Breaking News:

Berita Pidie

Buku Membenahi Pidie dari Gle, Blang, Laot Diterbitkan

Gagasan Bupati dan Wabup Pidie, Roni Ahmad dan Fadhlullah T M Daud, diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Membenahi Pidie dari Gle Blang Laot

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Gagasan Bupati dan Wakil Bupati Pidie, Roni Ahmad dan Fadhlullah T M Daud, diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Membenahi Pidie dari Gle Blang Laot 

SERAMBINEWS.COM - Gagasan Bupati dan Wakil Bupati Pidie, Roni Ahmad dan Fadhlullah T M Daud, diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Membenahi Pidie dari Gle Blang Laot.

Penulis buku, Mulyadi Nurdin mengatakan bahwa ide penerbitan buku tersebut terinspirasi mengingat luasnya cakupan sektor gle (perkebunan dan kehutanan), blang (pertanian), dan laot (kelautan), serta cakupan demografi masyarakat Aceh yang umumnya bekerja di sektor perkebunan, pertanian dan kelautan.

" Gle Blang Laot adalah simbol kesuburan dan sumber kehidupan masyarakat Aceh dan Indonesia secara umum," ujar Mulyadi Nurdin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Pidie, Minggu (27/2/2022).

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara agraris dan maritim tidak bisa jauh dari gle blang laot, sebagai bangsa yang subur dan dikelilingi oleh lautan.

Baca juga: Abusyik Hadiahkan Kopi untuk Kapolri

Seluruh pemimpin di Indonesia harus memberikan perhatian serius pada sektor perkebunan, pertanian dan kelautan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh tahun 2017-2018 tersebut menjelaskan bahwa, kebanyakan konten buku yang diterbitkan berisi seputar kegiatan Pemerintah Kabupaten Pidie selama dirinya menjadi Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Pidie pada tahun 2020-2021.

" Buku ini berisi catatan perjalanan Pemerintah Kabupaten Pidie, yang akan menjadi bahan kajian ke depan, umumnya kegiatan tersebut sudah pernah dipublikasikan oleh berbagai media.

Saya berusaha menghimpun dalam satu buku untuk menjadi referensi bagi masyarakat luas," tambah Mulyadi Nurdin.

Ia menambahkan bahwa banyak program Pemerintah yang sudah dilaksanakan tapi tidak banyak yang diingat dan dijadikan bahan kajian oleh generasi sesudahnya karena sulitnya menghimpun dokumen yang berserakan dimana-mana.

Baca juga: Abusyik Hadiahkan Kopi untuk Kapolri

Mulyadi Nurdin juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah tokoh Aceh yang ikut memberikan endorsement berupa sambutan dalam buku tersebut.

Yaitu Zainal Arifin M Nur (Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia), H. Sudirman alias Haji Uma (Anggota DPD RI asal Aceh), Ilham Pangestu (Anggota DPR RI asal Aceh), M Fadhil Rahmi (Anggota DPD RI asal Aceh), Safaruddin (Ketua YARA), dan Ridha Yuadi.

"Buku akan menjadi referensi peradaban, setiap generasi akan merujuk pada buku yang pernah diterbitkan, mungkin saat ini apa yang kita tulis merupakan hal biasa, tetapi di masa depan hal itu akan sangat berguna," pungkas Mulyadi Nurdin yang juga Dosen dan Peneliti pada IAIN Langsa.(*)

Baca juga: Rusia Bawa Bom Termobarik ke Ukraina, Senjata Paling Ditakuti di Dunia, Paru-paru Manusia Bisa Copot

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved