Konflik Rusia vs Ukraina
Tak Hanya Militer, Diplomat Ukraina dan Rusia Juga Saling ‘Perang’ di Pertemuan DK PBB
Tuduhan itu dilontarkan setelah kebakaran terjadi di fasilitas pelatihan yang berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
“Saat Rusia meninggalkan itu, penyebotase Ukraina membakar fasilitas pelatihan,” kata Nebenzya.
Dia menekankan bahwa pasukan Rusia tidak mengganggu pekerjaan operator pabrik tetapi berusaha untuk memastikan keamanan fasilitas.
Kebakaran terjadi ketika pasukan Rusia merebut pembangkit itu lebih dari seminggu setelah merebut tempat nuklir Chernobyl di Ukraina utara.
Sementara itu Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield menuduh Rusia melakukan tindakan “sembrono dan berbahaya”.
Tindakan itu, katanya, dapat mengancam keselamatan Ukraina dan Eropa setelah operasi militer Rusia yang merebut pembangkit nuklir Zaporizhzhia.
"Dunia nyaris menghindari bencana nuklir tadi malam," kata Thomas-Greenfield kepada dewan.
Baca juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi ke India karena Tak Dukung Ukraina, Juga Sering Beli Alat Militer ke Rusia
Baca juga: Mulanya Keras Mendukung Ukraina, PM India Narendra Modi Kini Berbalik Dukung Rusia, Ini Alasannya
Utusan AS itu meminta Moskow untuk menarik pasukannya dari tempat nuklir tersebut.
Serta mengizinkan perawatan medis untuk personel yang terluka dan mengizinkan operator untuk berkomunikasi dengan regulator nuklir dan melakukan perubahan shift.
“Rusia harus menghentikan penggunaan kekuatan lebih lanjut yang dapat membahayakan 15 reaktor yang dapat dioperasikan di seluruh Ukraina,”
“atau mengganggu kemampuan Ukraina untuk menjaga keselamatan dan keamanan 37 fasilitas nuklirnya dan populasi di sekitarnya,” kata Thomas-Greenfield.
Raphael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga pengawas nuklir PBB, mengatakan bahwa sebuah proyektil menghantam sebuah bangunan yang berdekatan dengan pembangkit nuklir.
Itu telah memicu kebakaran dan melukai dua personel keamanan.
Dia menambahkan bahwa api padam dan tidak menyebabkan kerusakan pada reaktor nuklir di fasilitas tersebut.
"Penting untuk mengatakan bahwa semua sistem keselamatan dari enam reaktor di pabrik tidak terpengaruh sama sekali,”
“dan tidak ada pelepasan bahan radioaktif. Sistem yang kami miliki untuk mengukur radiasi juga berfungsi penuh,” kata Grossi kepada wartawan.
Baca juga: Tentara Rusia Kuasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina, Usai DIserang dan Terbakar Hebat