Breaking News:

Berita Aceh Utara

Pemkab Minta Kementerian Pertanian RI Bantu Asuransi Petani di Aceh Utara 

“Kita meminta dukungan alokasi dana untuk asuransi usaha tani padi sawah untuk petani dalam jumlah yang maksimal, karena Aceh Utara rentan terhadap...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi MSi. 

“Kita meminta dukungan alokasi dana untuk asuransi usaha tani padi sawah untuk petani dalam jumlah yang maksimal, karena Aceh Utara rentan terhadap bencana alam banjir,” ujar Erwandi MSi. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara meminta Kementerian Pertanian (Kementan) RI agar dapat membantu dana Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani di kabupaten tersebut. 

Karena selama ini, petani di Aceh Utara rawan mengalami gagal panen karena sering terjadi bencana banjir seperti yang terjadi baru-baru ini. 

Surat permohonan tersebut diteken Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, diserahkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi MSi, kepada Menteri Pertanian RI, H Syahrul Yasin Limpo ketika berkunjung ke Aceh Utara, Jumat (4/3), melalui Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr Ir Suwandi MSi. 

Saat itu Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo mengunjungi gudang utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di kawasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Kunjungan tersebut untuk memastikan produksi pupuk nasional dalam memenuhi kebutuhan petani.

“Ada tiga jenis bantuan yang kita usulkan kepada Kementerian Pertanian saat berkunjung ke Aceh Utara,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, kepada Serambinews.com, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Minat Petani Melakukan Penyulingan Minyak Sere Wangi Turun, Ini Sebabnya

Dukungan yang diminta pertama bantuan benih padi untuk kawasan yang mengalami puso beberapa waktu, pada Dirjen Tanaman Pangan.

Kemudian, bantuan pupuk organik cair pada Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan RI. 

“Kita meminta dukungan alokasi dana untuk asuransi usaha tani padi sawah untuk petani dalam jumlah yang maksimal, karena Aceh Utara rentan terhadap bencana alam banjir,” ujar Erwandi MSi. 

Pihaknya berharap, setelah menyerahkan permohonan tersebut Kementan RI dapat membantu kelompok petani di Aceh Utara yang mengalami gagal panen karena banjir awal tahun 2022. 

“Permintaan asuransi yang diminta, dari Rp 180 ribu biaya asuransi untuk per hektar setiap musim tanam, petani membayar preminya, Rp 36 ribu,” kata Erwandi. 

Sedangkan sisanya, Rp 144 ribu itu dibantu Kementan RI.

Sehingga bila terjadi musibah seperti banjir kemarin, pihak asuransi akan menggantikan biayanya Rp 6 juta untuk per hektar.

“Petani seperti di kawasan Pirak Timu dan Matangkuli sudah pernah mengklaim biaya asuransi tersebut, setelah terjadi banjir pada tahun lalu,” katanya.(*)

Baca juga: Komisi IV DPR RI Bersama Kementerian Pertanian Kunjungi Korban Banjir Agara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved