Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Tugu 0 Kilometer dan Pantai Iboih, si Cantik di Barat Indonesia

SABANG merupakan kota bagian barat Indonesia yang paling diminati wisatawan, baik dari Aceh maupun luar Aceh

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
INTAN MAKFIRAH, Alumnus Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, melaporkan dari Sabang 

OLEH INTAN MAKFIRAH, Alumnus Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, melaporkan dari Sabang

SABANG merupakan kota bagian barat Indonesia yang paling diminati wisatawan, baik dari Aceh maupun luar Aceh.

Kota ini menyajikan tempat wisata yang memikat hati para traveler untuk dapat menyinggahinya.

Tak terkecuali dengan saya dan temanteman.

Menteri Agama RI periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin saat sampai di Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, pada Selasa (28/9/2021).
Menteri Agama RI periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin saat sampai di Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, pada Selasa (28/9/2021). (Foto: Instagram Lukman Hakim Saifuddin)

Beberapa hari lalu, saya bersama tim inti UKM Jurnalistik UBBG berbincang untuk mencari destinasi yang cocok dijadikan tempat liburan sekaligus tempat yang tepat untuk kami membuat video cantik berdimensi alam.

Kepenatan keseharian di kampus membuat kami menjadi ingin meluangkan waktu barang sebentar untuk bisa pergi berwisata.

Setelah berembuk panjang lebar, akhirnya Sabang menjadi pilihan kami.

Kami pun mulai menyusun jadwal dan sepakat berangkat pada Sabtu pagi.

Saya bersama lima teman bergegas menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pagi itu, karena keberangkatan dijadwalkan pukul 07.30 WIB, kami tiba di sana sejak pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Usai Touring 73 Hari dan Tempuh 10.000 Km, Pasutri dari Aceh Tiba di Nol Kilometer Merauke

Baca juga: Setelah Tempuh Perjalanan 10.000 Km Naik Motor, Pasutri Asal Aceh Tiba di Nol Kilometer Merauke

Namun, sangat disayangkan, kapal keberangkatan pada jadwal yang kami rencanakan tidak berlayar, sehingga kami harus menunggu hingga jadwal keberangkatan pukul 10.00 WIB.

Kami pun memutuskan untuk sarapan dan ngopi pagi sejenak di warung yang terdapat di pelabuhan.

Seusai makan kami habiskan waktu duduk di bebatuan pinggir pantai Ulee Lheue, menikmati ombak pantai yang bersemburan ke sana kemari.

Kami berbincang-bincang tentang perjalanan yang akan kami lalui, sesekali senda gurau terlontar dari teman-teman.

Kamera yang menganggur pun ikut kami gunakan untuk berfoto.

Tiba pukul setengah 10.00 WIB kami putuskan untuk segera menuju dalam pelabuhan, sembari menanti kapal dengan membawa sepeda motor masingmasing.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved