Breaking News:

Internasional

DPR AS Setujui Larangan Impor Minyak Rusia, Harga Gas Melonjak Tak Dipersoalkan

DPR Amerika Serikat (AS) sangat menyetujui undang-undang yang akan melarang impor minyak Rusia ke Amerika Serikat.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Gedung DPR AS di Washington 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - DPR Amerika Serikat (AS) sangat menyetujui undang-undang yang akan melarang impor minyak Rusia ke Amerika Serikat.

Hal itu sebagai upaya memberlakukan pembatasan yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden sebagai tanggapan atas meningkatnya perang di Ukraina.

Lebih jauh dari larangan impor minyak Rusia, RUU yang lolos ke Kongres juga akan mendorong peninjauan status Rusia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), seperti dilansir AP, Kamis (10/3/2022).

Bahkan, memberi sinyal dukungan AS untuk sanksi terhadap pejabat Rusia atas pelanggaran hak asasi manusia, karena AS berupaya secara ekonomi mengisolasi rezim Rusia.

Anggota Kongres AS di kedua belah pihak sangat ingin bertindak, bersedia mengambil risiko harga gas yang lebih tinggi di dalam negeri untuk mendukung Ukraina dengan menunjukkan bipartisan AS.

Baca juga: Rusia Siapkan Sanksi Balasan, Ukraina Tak Lagi Tertarik Masuk NATO

Undang-undang itu disetujui pada Rabu (9/3/2022) dengan hasil 414-17, dan sekarang masuk Senat.

Senator Republik Lloyd Doggett yang membantu merancang RUU tersebut, mengakui mungkin lebih mahal untuk mengisi tangki di dalam negeri.

Tetapi, katanya, diharapkan akan dapat menghentikan tank Presiden Rusia Vladimir Putin di luar negeri.

“Ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan solidaritas kami,” kata Doggett selama debat.

Sementara, harga bensin AS mencapai rekor lain, dengan rata-rata nasional naik menjadi $4,25 per galon, atau delapan sen, menurut klub mobil AAA pada Rabu (9/3/2022)/

Pengemudi di California harus membayar harga tertinggi, dengan rata-rata di seluruh negara bagian di $5,57 per galon.

Baca juga: Presiden Vladimir Putin Gempur Penuh Ukraina, Tidak Ada Kesempatan Berkonflik dengan Amerika Serikat

Harga mencapai $4,50 di Illinois, Oregon, Washington, Nevada, Alaska, dan Hawaii.

Harga bensin telah meningkat selama hampir dua tahun, mengikuti tren harga minyak.

Produksi turun pada awal pandemi Covid-19, dan produsen belum memompa cukup minyak sejak saat itu untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Rata-rata nasional untuk gas telah melonjak 60 sen hanya dalam seminggu terakhir, yang menurut para analis hampir seluruhnya karena invasi Rusia ke Ukraina.(*)

Baca juga: Militer Rusia Gagal Caplok Cepat Ukraina, Paksa Presiden Vladimir Putn Hitung Ulang Serangan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved