Berita Kutaraja
Begini Sejarah Pohon Geulumpang Berusia 300 Tahun di Luengbata, Kini Ditebang Karena Takut Tumbang
“Sehingga, saya meyakini Pohon Geulumpang itu sudah berusia tidak kurang dari 300 tahun,” demikan ungkap Tgk Daud.
Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pohon Geulumpang yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan berada di Jalan T Imuem Luengbata, Lorong Keuchik Ali, Dusun Remaja, Gampong Luengbata, Banda Aceh, masih berdiri kokoh.
Umur pohon yang sudah berabad itu diungkap oleh orang tua Gampong Luengbata, Tgk Daud, Sabtu (12/3/2022).
Seperti diinformasikan sebelumnya, pohon berukuran raksasa itu harus ditebang karena mengingat usianya yang sudah sangat tua.
Pohon tersebut juga mulai mengalami pembusukan di bagian akar dan terlihat mulai miring ke arah timur, sehingga dikhawatirkan tumbang dan mengancam keselamatan warga.
Kepada Serambinews.com, Tgk Daud mengungkapkan, dirinya lahir tahun 1948 silam.
Pada saat dirinya masih kecil sekitar berusia 7 tahun, Pohon Geulumpang itu sudah berdiri tegak seperti saat ini.
Baca juga: Pohon Geulumpang Berusia Ratusan Tahun di Luengbata Ditebang, Ini Penjelasan Keuchik
Pun demikian, dengan cerita dari orang tuanya Tgk Daud, pada saat masih berusia belia, Pohon Geulumpang tersebut sudah berdiri tinggi menjulang ke atas.
“Sehingga, saya meyakini Pohon Geulumpang itu sudah berusia tidak kurang dari 300 tahun,” demikan ungkap Tgk Daud yang diwawancarai Serambinewa.com di lokasi.
Seperti diberitakan, Pohon Geulumpang yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan berada di Jalan T Imuem Luengbata, Lorong Keuchik Ali, Gampong Luengbata, Banda Aceh, Sabtu (12/3/2022), ditebang.
Proses penebangan pohon yang ditaksir sudah berumur sekitar 300 tahun itu memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter menjulang tinggi ke atas.
Proses penebangan pohon yang menjadi 'icon' Gampong Luengbata itu melibatkan 4 penebang warga Leu Eu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.
Para penebang yang didatangkan dari Aceh Besar dinilai sudah biasa menghadapi atau menebang pohon-pohon berukuran raksasa.
Baca juga: Diguyur Hujan Ringan, Pohon Tua di Depan Pendopo Bupati Aceh Tamiang Tumbang
Demikian diungkapkan Taufik, pengarah yang juga koordinator di lapangan yang turun ke lapangan dan menuntun anggotanya yang terlibat dalam pemotongan di atas pohon menggunakan pengeras suara.
Pantauan Serambinews.com, Taufik tekun mengarahkan anggotanya yang terlibat berada di atas pohon untuk menebang menggunakan chainsaw.