Berita Banda Aceh

Akhirnya Pohon Geulumpang Berusia Ratusan Tahun Tumbang, Ini Alasan Ditebang

Pohon yang diyakini memiliki usia sekitar 300 tahun itu berhasil ditebang di hari kedua pelaksanaan penebangan.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Warga Luengbata berdiri di atas Pohon Geulumpang yang berusia ratusan tahun dan berhasil ditumbangkan hari kedua pelaksanaan penebangan tersebut, Minggu (13/3/2022). 

Pohon yang diyakini memiliki usia sekitar 300 tahun itu berhasil ditebang di hari kedua pelaksanaan penebangan.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pohon Geulumpang yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan berada di Jalan T Imuem Luengbata, Lorong Keuchik Ali, Dusun Remaja, Gampong Luengbata, Banda Aceh, Minggu (14/3/2022) sore, akhirnya tumbang.

Pohon yang diyakini memiliki usia sekitar 300 tahun itu berhasil ditebang di hari kedua pelaksanaan penebangan.

Pohon yang dinilai sebagai 'icon' Gampong Luengbata, karena berada berdiri tegak lurus di tengah permukiman dengan dengan ketinggian sekitar 40 meter dan berukuran sangat besar itu harus ditebang.

Pasalnya, kondisi pohon yang semakin tua, di bagian dalam tengah pohon juga mulai kosong dan mengalami pembusukan.

Karena, dikhawatirkan jatuh tiba-tiba dan mengancam keselamatan warga sekitar, terutama di lingkungan Dusun Remaja desa setempat, sehingga keputusan penebangan itupun harus diputuskan, setelah disepakati bersama, melibatkan para pihak.

Demikian diungkapkan Keuchik Luengbata, Kurniawan Putradian, kepada Serambinews.com, Minggu (13/3/2022).

Baca juga: Usik Ketentraman Warga, Personel Satlantas Kembali Tangkap 52 Sepmor Knalpot Brong

Baca juga: VIDEO Viral Mobil Diamuk Massa Hingga Ditenggelamkan, Usai Tabrak Warga

Meski, penebangan pohon Geulumpang itu berat dilakukan, tapi menindaklanjuti permintaan warga yang tinggal di sekitar pohon yang ikut menyertakan kurang lebih 67 tanda tangan, sehingga keputusan penebangan itupun harus diambil dan dimusyawarahkan bersama.

"Sebetulnya permintaan Pohon Geulumpang ini ditebang sudah mulai muncul sejak 1986 lalu. Namun, kondisi saat ini jauh lebih berat dan tidak mungkin dipertahankan lagi lantaran sudah miring ke timur.”

“Hak itu terjadi karena pembusukan di dalam bagian akar-akarnya," kata Nawan, sapaan untuk Keuchik Luengbata itu.

Ia.menjelaskan dalam proses penebangan itu melibatkan 4 warga Leu Eu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Para penebang yang didatangkan itu dinilai sudah biasa menghadapi pohon-pohon berukuran raksasa.

"Dari segi alat pengaman yanb digunakan penebang yang berada di atas. Alhamdulillah memasuki hari kedua proses berjalan lancar, sesuai dengan target kami bersama. Untuk penganggarannya kami plotkan dari dana desa sebesar Rp 16 juta," sebut Nawan.

Baca juga: Logo Halal Lama Masih Berlaku Hingga 2026 Sepanjang Sertifikatnya Belum Kedaluwarsa

Baca juga: Sumur Terbakar Masih Keluarkan Minyak

Sehari sebelum penebangan dilakukan, yakni Sabtu (12/3/2022) pagi, seluruh penebang, dipeusijuek (ditepung tawari) dengan harapan semua proses berjalan lancar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved