Internasional

Dampak Invasi Ukraina, Rakyat Rusia Akan Tanggung Akibatnya Sampai Generasi Berikutnya

Presiden Rusia Vladimir Putin hampir pasti mengharapkan penaklukan cepat dan tegas terhadap Ukraina.

Editor: M Nur Pakar
AP
Ilmuwan politik New School Rusia, Nina Khrushcheva 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Rusia Vladimir Putin hampir pasti mengharapkan penaklukan cepat dan tegas terhadap Ukraina.

Putin berharap akan dapat memulihkan pengaruh Kremlin di Eropa Timur dan memoles statusnya sendiri sebagai pemimpin Rusia setara dengan Peter dan Catherine yang Agung.

Beberapa minggu kemudian, Rusia hanya paria yang tertatih-tatih usai perlawanan Ukraina yang gigih dipimpin oleh Presiden karismatik Volodymyr Zelenskyy.

Perjuangan pemimpin Ukraina keturunan Yahudi itu telah mendapatkan kekaguman di sebagian besar dunia.

Ada sedikit keraguan , tentara Rusia memiliki daya tembak untuk meratakan tetangganya yang lebih kecil jika mau.

Tetapi biaya yang harus ditanggung rakyat Rusia bisa sangat besar selama bertahun-tahun, bahkan beberapa generasi mendatang.

"Rusia sudah selesai," kata ilmuwan politik New School, Nina Khrushcheva, yang kakek buyutnya adalah pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev.

Seorang etnis Rusia yang kebangkitannya melalui jajaran komunis di Ukraina.

Baca juga: Romney Kutuk Tulsi Gabbard, Tiru Propaganda Rusia, Sebut AS Miliki Laboratorium Kimia di Ukraina

Faktanya, Khrushchev tumbuh dalam keluarga petani di perbatasan Ukraina yang mengembalikan Krimea ke Ukraina pada 1954 sebagai wilayah administrasi Uni Soviet.

Namun, dia menggerakkan pergeseran geopolitik, menghasilkan sebuah perang.

Enam dekade kemudian pada tahun 2014, Putin pertama kali menginvasi Ukraina untuk merebut kembali Krimea, serta dua wilayah timur yang menjadi rumah bagi banyak etnis Rusia.

Ketika dia meluncurkan invasi skala penuh bulan lalu, dia menyalahkan para pendahulu Soviet karena membuat kesalahan.

Putin mengatakan sekaranglah saatnya untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.

Hanya sedikit orang di luar Kremlin yang melihatnya seperti itu, seperti dilansir The Hill, Senin (14/3/2022).

"Rusia dibenci oleh seluruh dunia," kata Khrushcheva.

Baca juga: AS Kutuk Pembunuhan Jurnalisnya Oleh Tentara Rusia, Bukti Kebrutalan Presiden Vladimir Putin

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved