Internasional
Romney Kutuk Tulsi Gabbard, Tiru Propaganda Rusia, Sebut AS Miliki Laboratorium Kimia di Ukraina
Senator AS dari Partai Republik, Mitt Romney mengutuk keras mantan anggota Partai Demokrat Tulsi Gabbard.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Senator AS dari Partai Republik, Mitt Romney mengutuk keras mantan anggota Partai Demokrat Tulsi Gabbard.
Romney menanggapi komentar yang dibuat Gabbard dalam beberapa hari terakhir tentang laboratorium kimia atau biologi Amerika Serikat (AS) di Ukraina.
"Tulsi Gabbard menirukan propaganda Rusia," ujarnya dalam tweet pada Minggu (13/3/2022) sore.
"Kebohongannya yang berkhianat mungkin akan merenggut nyawa," kata Romney.
Namun, seorang perwakilan untuk Romney tidak segera menanggapi permintaan Business Insider pada Senin (14/3/2022) untuk mengomentari apa yang secara spesifik dia maksud.
Sebelumnya pada hari itu, Gabbard, yang mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020, memposting video di Twitter yang mengulangi klaim tentang biolab yang didanai AS di Ukraina.

Baca juga: Senator AS, Madison Cawthorn Sebut Presiden Ukraina Sebagai Preman dan Sangat Jahat
Dia juga muncul di acara pembawa acara Fox News Tucker Carlson minggu lalu dan mengatakan sangat prihatin tentang klaim senjata biologis di Ukraina.
Rusia telah menyebarkan klaim tak berdasar bahwa AS mendanai pengembangan senjata biologis di laboratorium di Ukraina.
Media pemerintah Rusia dan China memperkuat klaim tersebut.
Sedangkan AS memperingatkan dapat mengindikasikan Rusia berencana menggunakan senjata kimia dalam invasi ke Ukraina.
Dalam pemeriksaan fakta klaim biolab Rusia, The New York Times melaporkan ada laboratorium biologi di Ukraina yang didukung oleh AS dalam upaya mencegah bioweapon dibuat atau digunakan.
Baca juga: Senator AS Lindsey Graham Minta Rakyat Rusia Bunuh Presiden Vladimir Putin
The Washington Post melaporkan laboratorium mempelajari demam babi Afrika, yang menginfeksi babi daripada manusia, dengan tujuan mencegah penyebaran.
The Post juga melaporkan pendanaan untuk laboratorium Ukraina pada awalnya disahkan oleh Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan Pentagon.
Perwakilan untuk Gabbard tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Sementara itu, TV Rusia memutar klip Carlson dan Gabbard, Julia Davis, lapor The Daily Beast.