Internasional

Moskow Arahkan Pandangan ke Beijing, Tanggapan Atas Sanksi Keras Amerika Serikat dan Barat

Moskow akan mengalihkan pandangannya ke Beijing, China untuk menata kembali perekonomiannya yang mendapat sanksi keras dari AS dan Barat.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Sergei GUNEYEV / SPUTNIK
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato saat mengunjungi lokasi pembangunan National Space Center di Moskow, Minggu (27/2/2022). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Moskow akan mengalihkan pandangannya ke Beijing, China untuk menata kembali perekonomiannya yang mendapat sanksi keras dari AS dan Barat.

Edward Alden dari Council on Foreign Relations kepada media AS, The Hill, Senin (14/3/2022) mengatakan Moskow pasti akan melihat ke Beijing sebagai tanggapan sanksi,

Dia menjelaskan China telah menghindari bergabung dengan paduan suara kecaman yang diarahkan pada Rusia di PBB.

Tetapi, ambisi yang besar dapat membuat Presiden Rusia Vladimir Putin berhutang pada tingkat yang berbahaya ke China.

"Apa yang sudah jelas, bagaimanapun, dalam tiga dekade Rusia berharap akan muncul Perang Dingin, dalam era demokrasi modern penuh ini," jelasnya.

Dikatakan, keberangkatan McDonald's,yang dibuka di Lapangan Merah pada 1990 menjadi daya tarik yang melonjak.

Tetapi, sudah menjadi simbol kekecewaan yang pedih sejak runtuhnya komunisme Uni Soviet.

Baca juga: Romney Kutuk Tulsi Gabbard, Tiru Propaganda Rusia, Sebut AS Miliki Laboratorium Kimia di Ukraina

Sanksi awal bukanlah kejutan bagi Kremlin, yang hampir menyambut mereka dengan pembangkangan.

Juga, sejauh ini, tidak berfungsi sebagai pencegah invaksi ke Ukraina.

Dalam pidato dan tulisan Putin sendiri, termasuk esai berbahasa Inggris yang sangat jujur ????dua tahun lalu di National Interest yang dipublikasi Amerika, dia membahas sejarah dalam istilah geopolitik.

Putin mungkin bersedia menerima penderitaan kolektif untuk mencapai visinya tentang pemulihan.

Kekaisaran Rusia yang meliputi Ukraina dan mungkin negara-negara bekas Uni Soviet lainnya.

Tetapi mencapai visi itu telah menyebabkan penderitaan yang meluas bagi Rusia dan Ukraina.

Bahkan, sudah mengarah pada kecaman yang hampir universal yang jarang terjadi di dunia dengan kepentingan nasional yang kompleks dan bersaing.

"Vladimir Putin terisolasi dan mati secara moral,"editorial utama dalam edisi terbaru The Economist.

Baca juga: Rusia Larang Instagram, Influencer Instagram Menangis: Hidup Saya Diambil Paksa oleh Negara

Halaman
12
Sumber: Nakita
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved