Internasional
Jenderal Rusia Tewas di Mauripol, Kremlin Cari Bala Bantuan Tentara Bayaran Asing
Seorang Jenderal Rusia kembali tewas dalam pertempuran di Mariupol, Ukraina pada Selasa (15/3/2022).
Serangan pada Minggu (12/3/2022) menewaskan sedikitnya 35 orang.
Selain itu, kerugian besar Rusia di medan perang di Ukraina telah menghentikan serangannya.
Sehiangga, memaksanya untuk mencari bala bantuan dari pasukan yang ditempatkan di Pasifik dan membayar pasukan bayaran asing, kata Kementerian Pertahanan Inggris.
Rusia telah mencari tentara bayaran dari Suriah dan tempat lain untuk berperang di Ukraina.
“Rusia kemungkinan akan berusaha menggunakan pasukan ini untuk mempertahankan wilayah yang direbut," kata Atase Pertahanan Inggris Mick Smeath dalam sebuah pernyataan Selasa (15/3/2022) malam.
Baca juga: Seorang Jenderal Rusia Kembali Tewas Dalam Pertempuran di Mariupol
"Rusia juga akan memperkuat kekuatan tempurnya untuk memperbarui operasi ofensif yang terhenti,” tambahnya.
Perlawanan Ukraina telah menghambat kemajuan Rusia, yang kemampuannya untuk menguasai wilayah yang direbutnya akan terdegradasi oleh kerugian yang berkelanjutan, menurut intelijen militer Inggris.
Sebelumnya seorang pejabat senior Departemen Pertahanan Inggris mengatakan serangan Rusia terhadap kota-kota besar Ukraina, termasuk Kiev, tidak mengalami kemajuan.
Namun, pasukan Rusia terus membombardir Kiev dengan tembakan artileri dan rudal.
Menyerang daerah pemukiman dengan frekuensi yang meningkat, menurut pejabat tersebut, yang berbagi penilaian medan perang dengan syarat anonim.
Kekuatan utama Rusia telah membuat kemajuan minimal menuju Kiev.
Tepi terdepan pasukan tetap sekitar 17 km barat laut dan 24 km ke timur dari pusat kota.
Ukraina terus melakukan perlawanan keras, termasuk dekat kota Kharkiv.(*)
Baca juga: Dua Jenderal Rusia Tewas dalam Pertempuran di Kharkiv Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mayor-jenderal-rusia-oleg-mityaev.jpg)