Breaking News

Serambi Awards 2022

RSUDZA Rumah Sakit Syariah Pertama di Indonesia

Warga muslim di mana pun berada, kini tidak perlu ragu-ragu dengan kehalalan berbagai pelayanan di rumah sakit milik pemerintah Aceh ini

Editor: IKL
For Serambinews.com
FOTO BERSAMA - Direktur RSUDZA Isra Firmansyah didampingi empat wakil direktur melakukan sesi foto bersama. 

SERAMBINEWS.COM,- RSUDZA merupakan rumah sakit syariah milik pemerintah yang pertama di Indonesia. Sertifi kat syariah ini diberikan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (MUKISI) tahun 2018. Obat-obatan, bahan habis pakai, laundri, dan pelayanan lainnya kini sudah sesuai dengan standar syariah MUKISI.

Sejumlah instalasi juga sudah meraih sertifi kat ISO. Kini bahkan di era pandemi, ada instalasi yang sudah meraih sertifi kat halal dari MPU Aceh. Setiap kesempatan yang dimiliki, jajaran pimpinan rumah sakit ini memang berusaha mendapatkan pengakuan dari lembaga-lembaga yang sudah diakui masyarakat sesuai kompetensinya, baik di level dalam negeri maupun internasional.

Oleh karena itulah, warga muslim di mana pun berada, kini tidak perlu ragu-ragu dengan kehalalan berbagai pelayanan di rumah sakit milik pemerintah Aceh ini.

Baca juga: RSUDZA Dapat Apresiasi Berbagai Kalangan

Salah satunya Instalasi Gizi. Dengan raihan sertifikat halal MPU Aceh, maka semua proses di instalasi gizi, mulai dari penyiapan bahan makanan dan minuman, hingga penyajian sudah sesuai dengan standar syariat Islam yang ditetapkan oleh MPU Aceh. Sertifikat yang diterbitkan oleh LP POM MPU Aceh itu berlaku sejak 9 Oktober 2021 sampai dengan tahun 2025.

"Alhamdulillah, instalasi gizi sudah mendapatkan sertifi kat halal dari MPU Aceh pada akhir tahun lalu," kata Kepala Instalasi Gizi RSUDZA dr Camelia Bomaztika Sari, Sp.GK. Instalasi-instalasi lain pun menyusul Gizi untuk mendapatkan sertifi kat halal tersebut.

Dengan dukungan 122 SDM, instalasi ini berkerja siang malam untuk mendapatkan sertifikat halal. Pengelolaannya dilakukan secara swakelola untuk memudahkan pengontrolan. Setiap bahan yang dibeli, mulai dari sayur, tepung, dan lainnya dipastikan dijamin kehalalannya yang dibuktikan dengan sertifi kat halal. Begitu pula dalam pengolahan dan penyajian harus sesuai dengan aturan yang sudah digariskan oleh ulama.

Baca juga: RSUDZA Menjaga Standar Mutu Pelayanan

Setiap kali tiba waktu makan, instalasi gizi RSUDZA harus menyiapkan makanan hingga 500 porsi. Maka dalam sehari, setidaknya mereka harus menyajikan makanan kepada pasien dan petugas hingga 1.500 porsi.

Proses penyiapannya tentu tidak mudah. Bahkan untuk menu bulan Januari dan Februari 2022, sudah harus disiapkan sejak akhir tahun lalu. Setiap pasien juga punya menu sendiri sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter yang menanganinya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved