Rabu, 15 April 2026

Internasional

Ukraina Nilai Rusia Kehabisan Pasukan Perang, Gagal Gulingkan Presiden dan Bisa Segera Berdamai

Pemerintah Ukraina menilai Rusia mulai kehabisan pasukan di medan perang negaranya. Tetapi, pertempuran terus terjadi tanpa henti di seluruh wilayah

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang tentara menutupi jasad seseorang yang tewas akibat penembakan di Chernihiv, Ukraina, Kamis (17/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina menilai Rusia mulai kehabisan pasukan di medan perang negaranya.

Tetapi, pertempuran terus terjadi tanpa henti di seluruh wilayah Ukraina, dengan klaim masing-masing meraih kemenangan.

Kedua belah pihak kembali berbicara tentang kemajuan dalam pembicaraan damai melalui tautan video pada Kamis (17/3/2022).

Pejabat Ukraina mengatakan mereka berpikir Rusia sudah kehabisan pasukan untuk terus berperang dan bisa segera berdamai dengan kegagalan menggulingkan pemerintah Ukraina.

Dilansir Reuters, Moskow mengatakan hampir menyetujui formula yang akan membuat Ukraina tetap netral, salah satu tuntutannya.

Moskow mengatakan pembicaraan damai dilanjutkan melalui tautan video selama empat hari berturut-turut, membahas masalah militer, politik, dan kemanusiaan.

Baca juga: Jet Tempur Rusia Rudal Teater Mariupol, Tempat Seribuan Warga Sipil Ukraina Mengungsi

Seorang pembantu utama Zelenskiy mengatakan Ukraina masih mempertahankan permintaan intinya.

Dimana, tetap mempertahankan kedaulatan atas wilayah yang diduduki sejak 2014 oleh pasukan Rusia dan pro-Rusia.

Penasihat Presiden Ukraina, Mikhailo Podolyak mengatakan Ukraina menuntut gencatan senjata, penarikan pasukan Rusia dan jaminan keamanan hukum untuk Ukraina dari sejumlah negara.

“Ini hanya mungkin melalui dialog langsung” antara Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, katanya.

Seorang pejabat di kantor Zelenskyy mengatakan topik utama yang sedang dibahas, apakah pasukan Rusia tetap berada di wilayah separatis di Ukraina timur setelah perang.

Kemudian, di mana perbatasan akan berada.

Baca juga: Senator AS Mitch McConnell Kritik Joe Biden, Pemerintah Harus Terapkan Tiga Langkah ke Ukraina

Tepat sebelum perang, Rusia mengakui kemerdekaan dua wilayah yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014.

Rusia juga memperluas perbatasan wilayah tersebut ke wilayah yang terus dikuasai Ukraina, termasuk Mariupol, kota pelabuhan yang sekarang dikepung.

Pejabat itu mengatakan Ukraina bersikeras untuk memasukkan satu atau lebih kekuatan nuklir Barat dalam negosiasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved