Jurnalisme Warga
Sejarah Walisongo Diseminarkan di Aceh, Mungkinkah?
Sebagai bangsa Indonesia (yang berdomisili di Aceh) kita memang dituntut untuk memahami sejarah tanah air, termasuk di dalamnya sejarah Walisongo
OLEH T.A. SAKTI, Mantan dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala dan pengelola Bale Tambeh, melaporkan dari Banda Aceh.
ANDA tak perlu heran membaca judul di atas.
Sebagai bangsa Indonesia (yang berdomisili di Aceh) kita memang dituntut untuk memahami sejarah tanah air, termasuk di dalamnya sejarah Walisongo.
Jadi, Walisongo itu tidak mutlak milik masyarakat Jawa.
Apalagi dalam penelusuran sejarah asal-usul Walisongo, ternyata asal mula sebagian mereka berasal dari Aceh, yakni Kerajaan Samudra Pasai.
Demikianlah yang tersurat dan tersirat dalam berbagai bentuk “literatur”, baik dalam babad, carita, lagenda, ketoprak, tembang-tembang, nyanyian dolanan anak-anak, buku-buku, majalah, film, dan sebagainya.
Kesemua sumber itu sepakat bahwa sebagian Walisongo itu benarbenar berasal dari Aceh.
Kalau merujuk kepada pendapat para pengarang generasi awal serta beberapa tulisan lepas lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa enam dari sembilan wali (Wali Songo) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa itu berasal dari Aceh.
Mereka adalah 1) Maulana Malik Ibrahim, 2) Malik Ishak (Sunan Giri), 3) Ali Rahmatullah/ Raden Rahmat (Sunan Ampel), 4) Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), 5) Masaih Munad (Sunan Drajat), dan 6) Syarief Hidayatullah/Fatahillah (Sunan Gunung Jati).
Namun, sekitar tahun ‘70- an atau setengah abad yang lalu pendapat yang berbeda mulai muncul.
Baca juga: Mengunjungi Situs Sejarah Bersama Teman Sekolah
Baca juga: Yuk ke Museum Aceh, Ada Pameran Aroma Rempah Jejak Sejarah Aceh
Sejauh yang saya amati, pendapat yang berlainan itu ditulis dalam beberapa buku yang kemudian dikutip dalam majalah dan surat kabar.
Dalam ‘versi baru’ itu, sejarah Walisongo sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kerajaan Samudra Pasai di Aceh.
Pada umumnya, para penulis sejarah Walisongo versi baru ini bukanlah membantah keterkaitan kehidupan Walisongo dengan Aceh, melainkan tidak menyinggung sama sekali bahwa asal-usul mereka dari Kerajaan Samudra Pasai.
Salah satu contoh versi baru yang paling kontroversial mengenai hal itu terdapat dalam buku yang ditulis Prof Ir Slamet Mulyana yang menyebutkan bahwa delapan orang dari Walisembilan itu berasal dari Cina.
Ia juga menukilkan bahwa raja Islam pertama di Jawa juga berasal dari Cina, yakni Raden Patah atau yang bernama asli Jin Bun atau Cek Ko Po.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ta-sakti-peminat-budaya-dan-sastra-aceh-melaporkan-dari-banda-aceh.jpg)