Kupi Beungoh
Aceh Dulu dan Kini : Antara Kejayaan dan Kenyataan
Dahulu kala, tanah Aceh ini merupakan suatu peradaban yang berkembang sangat pesat.
Oleh: Aura Sura Aini
Sebuah bangsa dan suku yang terbentuk dan semakin berkembang hingga saat ini tentu memiliki sejarah panjang, dan tentu memperkenalkan kepada orang-orang yang hebat, yang berjuang tumpah darah dan mengerahkan segala kemampuan untuk tetap mempertahankan tanah air yang amat tercinta ini.
Dahulu kala, tanah Aceh ini merupakan suatu peradaban yang berkembang sangat pesat.
Beberapa dermaga pelabuhan besar terdapat di pesisir laut Aceh, seperti kerajaan besar Sultan Iskandar Muda yang menjadi salah satu kerajaan besar di Aceh dan terkenal di dunia.
Ini menjadi salah satu bukti bahwasanya sebelum Aceh pada hari ini menjadi salah satu provinsi yang tak memiliki apa-apa dan tergolong miskin, faktanya Aceh pernah menjadi pusat dunia dan juga kerajaan yang kaya akan sumber daya alamnya yang berlimpah.
Tak hanya dari segi sumber daya alam yang berlimpah saja, para petuah-petuah Aceh terdahulu memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
Dari tanah Aceh ini melahirkan banyak ulama-ulama besar dan juga para tokoh yang hebat, yang semakin membuat Aceh terkenal hingga ke berbagai penjuru negeri.
Baca juga: Usai Merosot, Harga Emas di Langsa Kembali Bertahan, Ini Rinciannya pada 29 April 2026
Sejarah yang menceritakan bagaimana kemegahan Aceh pada zaman dulu kini hanya menjadi sebuah cerita yang singgah sebentar di telinga para pendengarnya, lalu hilang begitu saja.
Seiring dengan berjalannya waktu, Aceh hanya meninggalkan kenangan akan kemegahannya saja.
Sejarah yang indah hanya tinggal cerita di dalam halaman-halaman buku sejarah saja. Para pemuda sudah mulai melupakan dan mengabaikan sejarah Aceh, dengan melihat bagaimana kondisi Aceh pada saat ini sangat jauh berbeda dengan cerita sejarah panjang yang indah.
Fenomena Aceh pada saat ini mendatangkan keraguan kepada masyarakat Aceh itu sendiri.
Kesejahteraan untuk masyarakat belum mencakup keseluruhan dari aspek kehidupan yang dibutuhkan masyarakat. Pendidikan hanya sekadar aktivitas rutin harian yang diselesaikan begitu saja.
Ekonomi yang berjalan di tempat semakin mengancam kehidupan masyarakat Aceh. Sarjana yang telah mendapat gelar dan menyelesaikan pendidikan, yang diharapkan sebagai penyelamat masa depan, kini lantang-lantung tak jelas arahnya ke mana.
Dan ini menyebabkan kenapa sejarah Aceh yang luar biasa hebatnya dilupakan begitu saja, dan tak banyak yang ingin mengetahui serta menggali lebih dalam lagi bagaimana sejarah Aceh mampu menggentarkan dunia.
Kaum pemuda yang akan menjadi penerus bangsa ini semakin janggal akan hikayat-hikayat lama dan rekam jejak dari kemajuan Aceh pada zaman dulu.
| Membaca Meritokrasi UTBK dan Daya Saing Lulusan Aceh dalam Seleksi Masuk PTN |
|
|---|
| Day Care, Kualifikasi Pengasuh, dan Urgensi Perlindungan Anak |
|
|---|
| Senjakala Ruang Aman Anak |
|
|---|
| Kupiah Meukeutop dan Nama Besar Kampus Aceh: Menjaga atau Mengerdilkan? |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas: Alarm Karakter dan "Eksploitasi Keikhlasan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Aura-Sura-Aini-mahasiswi-UIN.jpg)