Berita Aceh Timur

Sumur Minyak Tradisional di Desa Mata Ie, Ranto Peureulak Terbakar Lagi, 2 Warga Luka Bakar Ringan 

Kebakaran kedua kalinya  sumur yang sama ini menyebabkan dua warga yang hendak melintas dekat lokasi terkena sambaran api, sehingga mengalami luka...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Foto beredar di WhatsApp.
Sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar Jumat malam (11/3/2022) lalu, dan berhasil dipadamkan Sabtu (12/3/2022) dini hari, dilaporkan kembali terbakar Sabtu (19/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB. 

Menurutnya, penanganan lebih lanjut sumur minyak tersebut, melibatkan banyak pihak terkait, BPMA, SKK-Migas, Pemda, dan Pertamina. 

"Informasi dari Humas BPMA, terkait penanganan lebih lanjut sumur minyak tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak PT Pertamina EP Ranto Kuala Simpang, " ungkap Agusman.

Muspika Ranto Peureulak, diwakili Camat Mukhtardin SSos MAP, berharap agar sumur minyak tradisional tersebut segera ditutup agar kebakaran tidak terjadi lagi.

"Untuk mencegah agar hal serupa tidak terulang kembali, maka solusinya sumur harus segera ditutup, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, karena sekeliling sumur radius 50 meter ada rumah penduduk, " ungkap Mukhtardin.

Untuk diketahui, pertama sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbakar Jum’at (11/3/2022) malam.

Akibatnya, menyebabkan tiga pekerja meninggal dunia karena mengalami luka bakar serius yakni, Safrizal (32), Junaidi (37), dan Baihaqi (36). (*)

Baca juga: Sumur Minyak Terbakar Masih Semburkan Minyak dan Gas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved