Berita Aceh Timur
Sumur Minyak Tradisional di Desa Mata Ie, Ranto Peureulak Terbakar Lagi, 2 Warga Luka Bakar Ringan
Kebakaran kedua kalinya sumur yang sama ini menyebabkan dua warga yang hendak melintas dekat lokasi terkena sambaran api, sehingga mengalami luka...
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kebakaran kedua kalinya sumur yang sama ini
menyebabkan dua warga yang hendak melintas dekat lokasi terkena sambaran api, sehingga mengalami luka bakar sekitar 20-30 persen.
Laporan Seni Hendri Aceh Timur
SERAMBINEWSW.COM, IDI - Sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar Jumat malam (11/3/2022) lalu, dan berhasil dipadamkan Sabtu (12/3/2022) dini hari, dilaporkan kembali terbakar Sabtu (19/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kebakaran kedua kalinya sumur yang sama ini
menyebabkan dua warga yang hendak melintas dekat lokasi terkena sambaran api, sehingga mengalami luka bakar sekitar 20-30 persen.
Informasi yang diperoleh kedua korban yang mengalami luka bakar ringan yakni, Zainudin (38) warga Desa Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, dan Deni Kurniawan (49) warga Desa Buket Pala, warga Kecamatan Ranto Peureulak.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK, melalui Kasihumas AKP Agusman Nasution SH, membenarkan sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, kembali terbakar.
"Benar telah terjadi kembali kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, Sabtu (19/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB, " ungkap AKP Agusman.
"Ada dua korban yang terkena percikan api, begitu kejadian, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak untuk mendapatkan perawatan, setelah itu dibawa pulang ke rumah oleh pihak keluarga karena luka bakar yang dialami tidak parah," ungkap Agusman.
Baca juga: Satu Lagi Korban Kebakaran Sumur Minyak di Ranto Peureulak Aceh Timur Meninggal, Total 3 Orang
Kronologis kebakaran
Kasi Humas Polres Aceh Timur, AKP Agusman, mengatakan berdasarkan keterangan saksi Zulfan alias Wak Ir, yang melintas hendak pulang ke rumahnya, sumur tersebut mengeluarkan api dan gas Sabtu (18/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB.
Karena ke luar gas, api semakin lama semakin membesar dan mengeluarkan ledakan dari sumur tersebut.
Kemudian, warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi pihak Pos Damkar Ranto Peureulak dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Ranto Peureulak serta Koramil 14/Rtp.
Tak lama kemudian, Kapolsek Ranto Peureulak, beserta anggota langsung menuju ke lokasi kejadian.
"Pukul 05.28 WIB, api berhasil dipadamkan oleh tim BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat setempat,
menggunakan 4 mobil pemadam kebakaran, dan satu mobil tanki air," ungkap Agusman.
Agusman mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Humas BPMA, terkait penanganan lebih lanjut sumur minyak tersebut.