Konflik Rusia vs Ukraina

Beredar Video Aksi Milisi yang Didukung Rusia Luncurkan Roket Termobarik di Ukraina

Sebuah video yang memperlihatkan aksi milisi yang didukung Rusia meluncurkan roket termobarik beredar di media sosial.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/VASILY MAXIMOV
TOS-1 Rusia menembak saat forum militer internasional Army-2015 di Kubinka, luar Moskwa, 16 Juni 2015. 

SERAMBINEWS.COM, DONETSK – Sebuah video yang memperlihatkan aksi milisi yang didukung Rusia meluncurkan roket termobarik beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun @RALee85 pada Minggu (20/3/2022), dan telah diverifikasi oleh BBC, tampak sejumlah pasukan berseragam tengah meluncurkan roket termobarik di Ukraina.

Dikutip dari BBC, video tersebut berasal dari pasukan milisi Republik Rakyat Dontesk (DPR).

Video itu menunjukkan roket ditembakkan dari peluncur roket ganda TOS-1A buatan Rusia.

Disebutkan bahwa, senjata termobarik kontroversial karena jauh lebih dahsyat daripada bahan peledak konvensional dengan ukuran yang sama.


Senjata ini juga memiliki dampak yang mengerikan pada siapa pun yang terperangkap dalam radius ledakannya.

Rusia sendiri dikabarkan telah menggunakan senjata termobarik atau bom vakum di Ukraina.

Dalam sebuah tweet, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa Rusia telah mengonfirmasi penggunaan sistem senjata TOS-1A di Ukraina.

"TOS-1A menggunakan roket termobarik, menciptakan efek pembakar dan ledakan," ungkap Kementerian Perhatanana Inggris, Kamis (10/3/2022).


Sementara, militer Rusia menyebut unit persenjataan tersebut sebagai "heavy flamethrowerst”, yang dapat menembakkan roket hingga jarak 9 km.

 
Duta Besar Ukraina untuk AS, Oksana Markarova, juga menuduh Rusia telah menggunakan senjata ini dalam invasinya.

 

Bagaimana cara kerja bom termobarik?

Bom termobarik terdiri dari wadah bahan bakar dengan dua bahan peledak terpisah.

Senjata ini dapat diluncurkan sebagai roket atau dijatuhkan sebagai bom dari pesawat. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved