Amalan Puasa
Puasa Setelah Nisfu Syaban Bagaimana Hukumnya? Berikut Penjelasan Ulama
Sebagian ulama berpendapat, hal itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian karena Nisfu Syaban merupakan tanda
Sebagian ulama berpendapat, hal itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian karena Nisfu Syaban merupakan tanda
SERAMBINEWS.COM - Tak lama lagi ummat islam akan menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Terdapat larangan bagi umat Muslim melaksanakan puasa setelah Nisfu Syaban 15 Sya'ban 1443 H atau bertepatan tanggal 17-18 Maret 2022.
Sebagian ulama berpendapat, hal itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian karena Nisfu Syaban merupakan tanda bahwa awal Puasa Ramadan semakin dekat.
Adapun hadist larangan puasa setelah Nisfu Syaban sebagai berikut:
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasullah saw bersabda: ‘Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa’.” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Dalam hal ini, Ustadz Abdul Somad menjelaslan larangan puasa setelah Nisfu Syaban hanya berlaku bagi orang yang 'baru memulai puasa'.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Ziarah Kubur ke Keluarga telah Meninggal, Ini Untaian Doa Bisa Dibacakan
Baca juga: Berikut Penjelasan Ustaz soal Menangis, Apakah Membatalkan Puasa atau Tidak?
Baca juga: Atta Halilintar Tulis Pesan Haru Saat Fuji dan Thariq Umrah Bareng: Jadi Pribadi Lebih Baik Ya
Dua orang yang boleh tetap melaksanakan puasa setelah Nisfu Syaban, di antaranya orang yang sudah terbiasa puasa sunnah sebelumnya dan orang yang akan melaksanakan Puasa Qadha Ramadan.
"Yang tidak boleh puasa itu adalah orang yang memulai puasa sunat setelah Nisfu Sya'ban,"ujar Ustadz Abdul Somad dikutip dari kanal YouTube FANS USTADZ.
"Selama ini dia tak pernah ada puasa, Rajab tak ada puasa, 1, 2, 3, 4 Syaban tidak ada puasa, tiba-tiba setelah Nisfu Sya'ban mulai puasa sunat, janganlah kalian berpuasa," kata Ustadz Abdul Somad.
"Tapi bagi orang yang melanjutkan puasa, ibu bapak memang biasa melaksanakan Puasa, seperti Puasa Senin Kamis atau Puasa Daud, boleh (puasa setelah Nisfu Syaban)," jelas Ustadz Abdul Somad.
"Kedua Puasa Qadha Ramadan," tutupnya.
Begitu juga dijelaskan ulama Madzhab Syafi'i.
Syekh Wahbab al-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan, di dalam Madzhab Syafi'i diperbolehkan puasa setelah Nisfu Syaban karena sebab khusus.
"Ulama mazhab Syafi'i mengatakan, puasa setelah nisfu Sya'ban diharamkan karena termasuk hari syak, kecuali ada sebab tertentu, seperti orang yang sudah terbiasa melakukan puasa dahar, puasa daud, puasa Senin-Kamis, puasa nazar, puasa qadha', baik wajib ataupun sunnah, puasa kafarah, dan melakukan puasa setelah Nisfu Syaban dengan syarat sudah puasa sebelumnya, meskipun satu hari Nisfu Syaban. Dalil mereka adalah hadis, 'Apabila telah melewati Nisfu Syaban janganlah kalian puasa'. Hadis ini tidak digunakan oleh ulama mazhab Hanbali dan selainnya karena menurut Imam Ahmad dhaif".
Niat Puasa Qadha Ramadan