Berita Pidie
Duh! Janda Miskin 8 Anak Ini Tinggal di Rumah Nyaris Rubuh, Usai Terima Material, Terkendala Ongkos
saya belum sanggup untuk membiayai rehab rumah, meski material bantuan telah diberikan.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Saya sebagai tulang punggung keluarga untuk biaya hidup keluarga susah yang mengandalkan dari hasil menumbuk emping melinjau," jelasnya menyiratkan kesedihan.
Sebelumnya, Direktur Pos Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia (PB-HAM) Pidie, Said Safwatullah SH, kepada Serambinews.com, Senin (28/3/2022, menyebutkan, dirinya sangat kecewa dengan Dinsos Pidie, yang memberikan bantuan rehab rumah dalam bentuk menyalurkan material, tanpa dialokasikan ongkos untuk tukang.
Bantuan itu dari progran pokok pokok pikiran (pokir) DPRK Pidie.
" Seharusnya kaum duafa menerima bantuan rehab rumah sekaligus dengan diberikan ongkos biaya tukang. Jangan lagi dibebani kaum duafa. Orang miskin menerima bantuan secara sempurna, bukan setengah-setengah," ujarnya.
Ia menambahkan, kedepan Dinsos Pidie hendaknya jika menyerahkan bantuan rehab rumah harus disalurkan secara tuntas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f20220328na.jpg)