Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Berita Pidie

Duh! Janda Miskin 8 Anak Ini Tinggal di Rumah Nyaris Rubuh, Usai Terima Material, Terkendala Ongkos

saya belum sanggup untuk membiayai rehab rumah, meski material bantuan telah diberikan.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Muliani berdiri didekat material bantuan Dinsos Pidie di rumahnya Gampong Kulam Baro, Kecamatan Simpang Tiga, Senin (28/3/2022). SERAMBINEWS.COM/ M NAZAR 

saya belum sanggup untuk membiayai rehab rumah, meski material bantuan telah diberikan.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Janda miskin bernama Muliani (56) di Gampong Kulam Baro, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie belum mampu merehab rumahnya yang nyaris rubuh.

Padahal, janda delapan anak ini telah menerima bantuan bersumber dari Dinas Sosial (Dinsos) Pidie.

Bantuan tersebut antara lain, 3.000 batu bata, semen, paku dan pasir dua truk ukuran sedang.

Pantauan Serambinews.com, Senin (28/3/2022), material batu bata dan paku bantuan Dinsos Pidie masih belum digunakan Muliani. 

Sementara semen dan pasir telah digunakan untuk membuat fondasi rumah.

Rumah yang ditempati janda miskin Muliani bersama delapan anaknya itu nyaris rubuh. Rumah panggung ciri khas Aceh itu beratap rumbia dan berdinding batang rumbia yang sangat memprihatinkan.

Baca juga: Tertimpa Pohon Saat Ditebang, Pagar Jembatan Depan Polsek Mutiara Patah

Baca juga: Gugur Diserang KKB Papua, Ini Sosok Letda Marinir Mohammad Iqbal Danpos TNI AL Asal Konawe

Baca juga: Fakta Hari Ke-32 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balik di Kyiv hingga Lviv Digempur Roket

 Atap rumah dari daun rumbia telah bocor sehingga saat hujan keluarga ini kalangkabut mencari lokasi aman supaya tidak basah.

Muliani kepada Serambinews.com, Senin (28/3/2022) mengatakan, material bantuan diberikan Dinsos Pidie pada tahun 2021 berupa 3.000 batu bata, semen, paku dan pasir dua truk. 

Saat ini, semen dan pasir telah digunakan yang hanya dibangun pondasi. 

" Saya harus berutang sama saudara untuk membangun pondasi rumah. Karena semen dan pasir harus digunakan, kalau tidak semen akan menjadi keras dan pasir bantuan dua truk akan hilang jika disimpan di rumah," jelasnya.

Ia menyebutkan, dirinya sangat berharap bantuan pemerintah maupun donatur, agar bisa membantu ongkos untuk biaya rehab rumah. 

Sebab, 3.000 batu bata bantuan Dinsos Pidie akan rusak jika lama disimpan.

" Kalau saya belum sanggup untuk membiayai rehab rumah, meski material bantuan telah diberikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved