Sabtu, 25 April 2026

Berita Banda Aceh

Seniman Aceh Rilis Lagu "Presiden Tiga Periode", Minyak Goreng" dan "Pawang Hujan"

Seniman Aceh, yang berdomisili di Kota Banda Aceh, Rahmad Sanjaya, akrab dipanggil Jaya, merilis tiga lagu berisi sorotan sosial

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
SerambionTV
Seniman Aceh, yang berdomisili di Kota Banda Aceh, Rahmad Sanjaya, akrab dipanggil Jaya, merilis tiga lagu berisi sorotan sosial melalui kanal  Youtube Bengkel Musik Batas. Lagu-lagu itu berjudul "Presiden 3 Periode, Minyak Goreng," dan "Pawang Hujan." 

April 2022

Baca juga: Kemarin Emak-emak Antre Minyak Goreng, Kini Giliran Bapak-Bapak Antre Solar, Stok Langka

LAGU MINYAK GORENG

Kok bisa minyak goreng
Tinggal nama
Di pasar pasar jadi rebutan
Di rumah rumah jadi Omelan

Katanya sawit kita nomor 1
Tersebar dari barat hingga ke timur
Tapi emakku mengeluh di depan penggorengan 
Seperti kodok tersiram air hujan

Aku mendengar sawit kita
berlebel internasional
Negeri ini hebat 
bahannya surplus
Tak ada lawan, bahkan Eropapun
Tak berkutik

Tapi kenapa ya
Minyak goreng langka
Pasti ada mafia
Yang bermain congklak
Main mata 
Tak mungkin negara kalah
Bila tak ada oknum yang berhasrat
Sampai kebijakan Bapak menteri 
Mampu dilibas tuntas

Kok bisa ya
Negara patuh pada mafia
Percuma bikin gentar Eropa
Dinegeri sendiri masih tak berdaya

Minyak goreng semakin langka
Pemerintahnya semakin pusing
DPR nya cuma bisa marah-marah
Para pedagang bikin harga sendiri
Mafianya tersenyum simpul
Karena berhasil bikin jatuh
Wibawa Negara

Minyak goreng makin langka
Harganya juga melambung
Pemerintah lepas tangan
Menyerah pada keadaan
Dan cuma bisa menyaksikan

Aku merasakan semua keadaan
Lenyaplah kepercayaan
Apatislah fikir dan rasa
Karena negara telah jadi macan sirkus
Ompong dan sakit-sakitan

(Emak emak tetap mengomel
Menterinya masuk ICU
Dprnya marah marah
Minyak goreng semakin langka
Harganyapun melambung tinggalkan bumi)

Maret 2022

Baca juga: Heboh Pawang Hujan di Arena MotoGP Mandalika, Buya Yahya : Haram Itu Dukun Komat Kamit

PAWANG HUJAN

Pawang hujan membujuk awan
Mengemas hujan dalam bejana
Sambil mengayunkan tongkat pusaka
Sesaji, dupa dan mantra
Hingga cuaca berubah senantiasa

Pawang hujan membujuk awan
Agar tak jadi hujan
Dia yang berbicara pada alam
Meski sebagian mata menatap sinis
Tak sedikit yang apatis
Tapi hasilnya hujan mereda

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved