Berita Banda Aceh
Seniman Aceh Rilis Lagu "Presiden Tiga Periode", Minyak Goreng" dan "Pawang Hujan"
Seniman Aceh, yang berdomisili di Kota Banda Aceh, Rahmad Sanjaya, akrab dipanggil Jaya, merilis tiga lagu berisi sorotan sosial
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Fikar W.Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seniman Aceh, yang berdomisili di Kota Banda Aceh, Rahmad Sanjaya, akrab dipanggil Jaya, merilis tiga lagu berisi sorotan sosial melalui kanal Youtube Bengkel Musik Batas.
Lagu-lagu itu berjudul "Presiden 3 Periode, Minyak Goreng," dan "Pawang Hujan."
Publik Indonesia dalam pekan-pekan terakhir ini memang sedang dilanda demam "tiga periode,".
Kemudian naiknya harga minyak goreng dan atraksi seorang pawang hujan di Mandalika pada saat berlangsungnya ajang MotoGP yang dihadiri pembalab dunia.
Sebagai seorang seniman, Jaya, pendiri Kelompok Musik Batas merespon seluruh peristiwa sosial itu melalui karya kreatif dalam bentuk lagu yang ia nyanyikan sendiri.
Baca juga: Mayoritas Masyarakat Indonesia Tolak Jokowi Maju untuk Presiden 3 Periode
Berikut lirik ketiga lagu tersebut:
PRESIDEN 3 PERIODE
Ini bukan soal efektifitas
Bukan pula urusan program tak tuntas
Tapi ini soal aturan main yang pantas
Dan harus di cerna orang cerdas
Agar tak mengambang seperti kapas
Tiga atau lebih periode presiden
Semua ini bukan soal bagi kami
Mau berapapun kau menguasa negeri ini
Kami juga sudah tak peduli
Karena kami tahu siapapun presidennya nanti
Kami tetap seperti ini
Nikmati harga barang naik
Nikmati Harga BBM naik
Nikmati harga Tarif listrik naik
Sehingga Darah kami ikutan naik
Nikmati antrian sembako
Nikmati aturan instan yang tak berpihak
Nikmati penggusuran
Nikmati pungli di jalan-jalan
Nikmati ketakberpihakan hukum
Nikmati kesengsaraan meski presidennya berganti
Kami rakyat yang terus terluka
Cuma bisa menerima dan pasrah
Karena itu yang kami bisa
Meskipun melawan
Tak bakalan bisa menang
kami tetap jadi tunggangan Raksaksa
Kami tetap menjadi andalan bayar hutang negara
Janji janji politik tiap kampanye
Untuk kesejahteraan berubah jadi kesengsaraan
jangan biarkan hati kami membeku
Oleh janji dan statemen palsu
Sehingga kami membiru Seperti dulu dulu
Setelah puas kau hisap madu
Kau berlalu tanpa malu
Selalu begitu
Setiap kali selesai pemilu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seniman-aceh-rilis-lagu-presiden-tiga-periode-dan-pawang-hujan.jpg)