Breaking News:

Ramadhan 2022

Hukum Pekerja Berat di Bulan Ramadhan, Apakah Boleh Tidak Berpuasa? Buya Yahya : Ada Sayaratnya

Lantas, bagaimana dengan pekerja berat seperti kuli bangunan yang harus bekerja di bawah teriknya matahari? Apakah boleh tidak berpuasa?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hukum pekerja berat di bulan Ramadhan. 

Hukum Pekerja Berat di Bulan Ramadhan, Apakah Boleh Tidak Ber puasa? Buya Yahya : Ada Sayaratnya

SERAMBINEWS.COM - Semua umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Namun, ada beberapa orang yang juga harus mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari selagi ber puasa.

Lantas, bagaimana dengan pekerja berat seperti kuli bangunan yang harus bekerja di bawah teriknya matahari? Apakah mereka boleh tidak ber puasa di bulan Ramadhan?

Terkait hal tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan.

Dilansir Serambinews.com dari laman resmi Buya Yahya pada Rabu (6/4/2022), pimpinan pondok pesantren LPD Al-Bahjah itu terlebih dulu menjelaskan soal satu diantara sembilan (9) kategori orang yang tidak boleh meninggalkan puasa yakni orang sakit dengan ketentuan-ketentuannya.

Namun dalam kategori tersebut juga disinggung soal orang-orang yang bekerja berat.

Baca juga: Bersihkan Telinga Pakai Cotton Buds, Batalkah Puasanya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Menurut Buya, para pekerja berat tidak boleh meninggalkan puasa Ramadhan di saat dia benar-benar merasa berat dalam menjalankan puasa, dengan syarat:

1. Malam harinya harus tetap niat ber puasa lalu ber puasa di siang harinya sampai benar-benar sekiranya merasakan lemah, berat sekali atau tidak kuat, maka diperbolehkan berbuka dengan memakan atau meminum sekedarnya saja, sekiranya untuk membangkitkan tenaga.

"Nanti jika merasakan lagi kelemahan yang sangat, maka diperbolehkan lagi makan atau minum sekedarnya saja," papar Buya Yahya dikutip Serambinews.com dari laman buyayahya.org.

2. Dia wajib mengqadha hari yang ia batalkan puasanya tersebut setelah melewati hari raya.

Haram hukumnya jika pekerja berat tersebut sudah berbuka dari awal pagi atau tidak menjalankan puasa terlebih dahulu, sambung Buya.

"Karena dalam hal ini dia bisa saja membatalkan pekerjaan. Semoga kita bisa meraih kemuliaan Ramadhan tahun ini. Amin. Wallahu a'lam bish-shawab," pungkas Buya Yahya. 

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Hukum Memakai Minyak Wangi atau Parfum saat Puasa Ramadhan, Simak Ulasan Buya Yahya

Hukum Bersetubuh di Siang Hari Ramadhan Menurut Buya Yahya, Suami Istri Wajib Tahu

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved