Jumat, 15 Mei 2026

Ramadhan 2022

Melihat Semangat Warga Komplek Aceh Relief Hidupkan Malam Ramadhan di Tengah Keterbatasan

Ramadhan tahun ini adalah yang pertama kali warga komplek melaksanakan shalat tarawih setelah dua tahun terakhir mushala tidak layak pakai.

Tayang:
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ANSARI
Menghidupkan malam dengan shalat tarawih di Komplek Aceh Relief, Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar. 

Tarawih pertama

Sejak mushala pertama dirobohkan, semua kegiatan keagamaan di komplek Aceh Relief terhenti total.

Termasuk kegiatan pengajian anak-anak, yang sekarang meminjam rumah warga komplek sebagai tempat pengajian sementara.

Anak-anak komplek Aceh Relief saat memperingati Maulid Nabi. Saat ini kegiatan pengajian memakai rumah warga komplek karena mushala tak layak pakai untuk pengajian.
Anak-anak komplek Aceh Relief saat memperingati Maulid Nabi. Saat ini kegiatan pengajian memakai rumah warga komplek karena mushala tak layak pakai untuk pengajian. (SERAMBINEWS/ANSARI)

M Yusuf dan warga Komplek Aceh Relief berharap agar pembangunan mushala bisa dilanjutkan.

Namun pihaknya belum mengetahui dari mana sumber dananya.

Ramadhan tahun ini adalah yang pertama kali warga komplek melaksanakan shalat tarawih setelah dua tahun terakhir mushala tidak layak pakai.

Untuk gambarannya, hingga saat ini kondisi mushala juga masih sangat jauh dari layak pakai.

Lantainya masih berupa tanah yang kini dilapisi ambal bekas, dinding belum diplaster dan tidak ada atap serta pintu.

Untuk menahan air hujan dan panas matahari, warga membentangkan terpal plastik sebagai atap.

"Beberapa hari ini hujan, dan air merempes masuk ke dalam ruangan mushala sehingga tanah jadi becek," sebut M Yusuf.

Melaksanakan shalat tarawih di Mushala Komplek Aceh Relief, Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.
Melaksanakan shalat tarawih di Mushala Komplek Aceh Relief, Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar. (SERAMBINEWS/ANSARI)

Meskipun di tengah keterbatasan, semangat warga untuk beribadah sangat tinggi.

Setiap malam jamaah tarawih memenuhi shaf mushala.

Karena kapasitasnya juga terbatas, mushala hanya mampu menampung puluhan jamaah.

"Semoga apa yang kita gerakkan pada bulan Ramadhan yang mulia ini bisa berlangsung untuk seterusnya dan hari-hari mendatang mushala akan kita hidupkan dengan kegiatan keagamaan dan shalat lima waktu," tutur M Yusuf.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved