Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Besar Rusia ke Ukraina Dimulai, Kyiv Selidiki Dugaan Kejahatan Perang

Ukraina menyatakan serangan baru Rusia di Donbas, Ukraina timur, sudah dimulai menyusul agresi yang masih terus berlanjut

Tayang:
Editor: bakri
TIMOTHY A CLARY/AFP
Sidang pemungutan suara Majelis Umum PBB mengenai rancangan resolusi untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB di New York City, Kamis (7/4/2022). 

Ukraina masih berada dalam gempuran Rusia usai pengumuman invasi ke negara itu pada 24 Februari lalu.

Hari-hari setelah itu, ledakan dan pertempuran terus terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.

Upaya untuk menghentikan perang sudah mereka tempuh dengan jalur negosiasi.

Namun, beberapa kali dialog itu tak menuai hasil signifikan.

Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, Minggu (10/4/2022), mengatakan, Ukraina saat ini sedang memeriksa 5.600 dugaan kejahatan oleh 500 petinggi Rusia termasuk Presiden Vladimir Putin.

Berbicara di Sky News, Venediktova juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, atas kunjungan mendadaknya ke Kyiv pada Sabtu (9/4/2022).

Johnson menjanjikan lebih banyak bantuan militer Inggris dalam pembicaraan tatap muka dengan Presiden Volodymyr Zelensky sebelum mereka berjalan-jalan dengan penjagaan ketat melalui pusat Kyiv.

"Saya pikir orang-orang Ukraina menunjukkan keberanian seekor singa, dan Anda, Volodymyr, yang mengaumkan singa itu," kata Boris Johnson dalam sambutan yang disiarkan televisi dengan berdiri di samping Presiden Ukraina.

Venediktova mengatakan, kunjungan Johnson menawarkan dukungan yang sangat besar bagi Ukraina, saat dia merinci dugaan kekejaman oleh Rusia termasuk di stasiun kereta api yang dipenuhi warga sipil untuk evakuasi.

"Tentu saja apa yang kita lihat di lapangan di semua wilayah Ukraina, itu adalah kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan," tambah Venediktova yang berbicara dalam bahasa Inggris, dikutip dari AFP.

Dia mengungkapkan, ada bukti lengkap yang menghubungkan pasukan Rusia dengan serangan rudal di stasiun Kramatorsk, Ukraina timur, yang disebut menewaskan 52 orang.

"Itulah mengapa ini akan menjadi salah satu kasus dalam profil besar kami," kata Venediktova.

"Anda tahu bahwa sekarang kami memulai 5.600 kasus di Ukraina tentang kejahatan perang di atas, yang melibatkan 500 tersangka dari pemerintah dan militer Rusia,” katanya.

"Vladimir Putin adalah penjahat perang utama abad ke-21," tegas Venediktova seraya menambahkan bahwa sebagai presiden, ia dapat menikmati kekebalan dari penuntutan di bawah hukum internasional tetapi itu tidak akan bertahan selamanya.

Seminggu lalu, Zelensky mengatakan bahwa dia menciptakan mekanisme khusus untuk menyelidiki kejahatan perang Rusia di Ukraina, lalu bersumpah untuk menemukan dan menghukum semua orang yang bertanggung jawab.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved