Internasional
Dunia Kutuk Israel Serangan ke Al-Aqsa Lukai 152 Warga Palestina
Dunia internasional mengutuk dan mengecam keras tindakan pasukan Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menutup gerbangnya
JAKARTA - Dunia internasional mengutuk dan mengecam keras tindakan pasukan Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menutup gerbangnya, serta menyerang jamaah yang tidak bersenjata di dalam dan halaman luar masjid tersebut pada Jumat (15/4/2022) pagi waktu setempat.
Sedikitnya 152 warga Palestina terluka akibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara di kompleks Al-Aqsa.
Kecaman tersebut datang dari Pemerintah Indonesia, Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, Mesir, Yordania, Iran, dan sejumlah negara lainnya.
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia juga menentang penyerangan brutal yang dilakukan pasukan Yahudi ke tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam laman resminya, menyatakan Indonesia mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang mengakibatkan seratusan orang luka-luka.
"Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadhan," tambah Kemenlu RI dalam keterangan resminya, Sabtu (16/4/2022).
Pernyataan itu juga disampaikan melalui akun Twitter resmi Kemenlu, setelah terjadi bentrok antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa.
Mesir dan Yordania--yang merupakan penjaga situs suci itu--juga mengecam tindakan Israel.
Arab Saudi juga mengutuk dan mengecam pasukan Israel karena menyerbu Masjid Al-Aqsa, menutup gerbangnya, serta menyerang jamaah yang tidak bersenjata di dalam dan halaman luar masjid tersebut.
Baca juga: Iran Kecam Penggerudukan Al-Aqsa oleh Israel
Baca juga: Pengakuan Imam Masjid Al-Aqsa soal Serangan Israel, Ratusan Orang Terluka, Disebut Sudah Terencana
Dilansir dari Arab News, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menganggap eskalasi sistematis ini sebagai serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dan signifikansinya bagi bangsa Islam.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menganggap insiden itu sebagai pelanggaran terhadap resolusi dan perjanjian internasional yang relevan.
“Kerajaan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam meminta pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas akibat dari kejahatan dan pelanggaran yang sedang berlangsung ini terhadap orang-orang Palestina yang tidak berdaya, tanah mereka, dan tempat-tempat suci mereka, dan tentang peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.
Kutukan keras terhadap Israel juga datang dari Uni Emirat Arab (UEA).
Melansir laman Emirates News Agency, Sabtu (16/4/2022), Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (MoFAIC) Uni Emirat Arab menggarisbawahi perlunya pengendalian diri dan perlindungan bagi jamaah.
UEA juga menekankan bahwa Israel harus menghormati hak warga Palestina untuk menjalankan ritual keagamaan mereka dan menghentikan setiap praktik yang melanggar kesucian Masjid Al Aqsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Umat-muslim-Palestina-berunjuk-rasa-seusai-shalat-Jumat.jpg)