Breaking News:

Internasional

Biarawan Mesir dan Ethiopia Bentrok di Jerusalem, Perebutan Biara Deir Al-Sultan

Bentrokan lama antara Mesir dan Ethiopia atas Biara Deir Al-Sultan yang dimiliki oleh Gereja Ortodoks Koptik di Jerusalem kembali meletus.

Editor: M Nur Pakar
AP
Umat ??Kristen Ortodoks Ethiopia berkumpul untuk Minggu Palma di desa biarawan Ethiopia Deir Al-Sultan, yang terletak di atap Gereja Makam Suci, Jerusalem, Minggu (17/4/2022) 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Bentrokan lama antara Mesir dan Ethiopia atas Biara Deir Al-Sultan yang dimiliki oleh Gereja Ortodoks Koptik di Jerusalem kembali meletus.

Hal itu dipicu oleh para biarawan Ethiopia mengibarkan bendera besar Ethiopia di situs tersebut dan menyerang para biarawan Mesir yang ada di dalamnya. .

Menurut laporan pers Mesir, Metropolitan Tahta Suci Yerusalem Anba Antonios menanggapi dengan menempatkan bendera Mesir di biara.

Sebaliknya, para biarawan Mesir memanggil polisi Israel untuk memaksa orang-orang Ethiopia menurunkan bendera mereka.

Biara juga menyaksikan pertengkaran verbal antara biksu dari kedua belah pihak, yang juga mendorong intervensi dari polisi Israel, lansir AP, Rabu (20/4/2022).

Deir Al-Sultan, dinamai Sultan Salah Al-Din Al-Ayyubi, terletak di dalam tembok kota tua Jerusalem, di Christian Quarter.

Baca juga: Komite Lokal Israel Setujui Pembangunan 3.500 Rumah Pemukim Yahudi di Jerusalem Timur

Sultan memberikannya kepada Koptik sebagai penghargaan atas peran nasional yang mereka mainkan dalam pertempuran melawan tentara Salib yang menduduki Jerusalem.

Menurut Anba Antonios, masalah serangan terhadap Deir Al-Sultan berulang setiap tahun.

Dimana, dimulai dua atau tiga tahun lalu dengan orang-orang Ethiopia mengibarkan bendera mereka dalam upaya untuk membuktikan biara itu milik orang Ethiopia.

“Ada keputusan pengadilan tentang kepemilikan kami atas biara, dan kami menunggu untuk ditegakkan," katanya.

"Itu bukan milik mereka, dan pemerintah seharusnya membentuk komite antara kami dan orang-orang Ethiopia untuk membahas mekanisme penerapan keputusan itu,” tambahnya.

“Kami menerima banyak janji, bendera itu akan dicabut," ujarnya.

Baca juga: Pengungsi Wanita Ukraina Tempati Urutan Pertama Lomba Lari Marathon di Jerusalem

"Tahun ini, sebelum perayaan dan Pekan Suci, kami bertemu dengan Dirjen Polisi Jerusalem dan sejumlah petugas polisi," ungkapnya.

"Kami mengatakan ingin berdoa dengan tenang, dan berjanji untuk menyelesaikan semua masalah, ”lanjutnya dalam sebuah pernyataan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved