Kupi Beungoh
Kisruh Kohati Cabang Banda Aceh dan Pertaruhan Nama Baik HMI
Saya juga meminta PB HMI, Alumni HMI, dan seluruh kader HMI sekawasan Banda Aceh untuk mengevaluasi pengurus cabang tersebut.
Oleh: Bella Elpira *)
SEDIH melihat konflik dan perpecahan yang terjadi di Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Banda Aceh saat ini.
Perpecahan yang sengaja dimunculkan untuk kepentingan pihak dan kelompok tertentu.
Yang disadari atau tidak, justru berdampak pada nama baik HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).
Untuk memahami konflik yang terjadi, maka kita perlu melihat rentetan kronologisnya ke belakang.
Di awali dari pelaksanaan Forum Musyawarah Kohati Cabang (Muskohcab) Banda Aceh ke-35 pada tanggal 4 Maret 2022.
Saya selaku demisioner ketua, telah menyelesaikan Mukohcab sesuai dengan prosedur dan administrasi yang berlaku.
Baca juga: VIDEO Hebohkan Dunia Maya, TKA Cina Berseragam Mirip Militer di PLTU Nagan Raya
Baca juga: TKA China yang Pakai Seragam Mirip Militer di PLTU Nagan Raya Dibawa ke Jakarta untuk Pembinaan
Baca juga: Ini Delapan Adegan Reka Ulang Penembakan Eks Kombatan GAM di Aceh Utara
Saat itu, kandidat yang mendaftar adalah saudari Fitri Yanti, Komisariat Fisip USK dan saudari Fara Fajrina, Komisariat FKIP USK.
Semua berkas sudah diseleksi oleh tim SC dan dinyatakan sebagai kandidat yang sah untuk dapat mengikuti tahap selanjutnya.
Pemilihan dilakukan pada sidang pleno 4. Panitia kemudian menghubungi kedua kandidat agar dapat berhadir.
Tetapi yang hadir hanya saudari Fara Fajrina. Sementara saudari Fitri Yanti tidak hadir sampai batas waktu 2x15 menit dengan alasan yang sepele.
Sebagai kandidat, saya menilai saudari Fitri Yanti tidak bertanggung jawab meninggalkan proses Muskohcab begitu saja.
Forum tetap dilanjutkan dan kemudian terpilih saudari Fara Fajrina secara aklamasi, dengan dukungan penuh dari 8 komisariat.
Namun kemenangan ini tidak diterima dan tidak disambut baik oleh saudara Zuhal Riski selaku Ketua HMI Cabang Banda Aceh.
Upaya penyelesaian masalah ini sudah kita lakukan, tetapi saudara Zuhal mengambil sikap dan tindakan untuk melaksanakan muskohcab ulang.