Kupi Beungoh

Kisruh Kohati Cabang Banda Aceh dan Pertaruhan Nama Baik HMI

Saya juga meminta PB HMI, Alumni HMI, dan seluruh kader HMI sekawasan Banda Aceh untuk mengevaluasi pengurus cabang tersebut.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Bella Elpira, Demisioner Ketua Kohati Banda Aceh. 

Tanpa ada landasan yang kuat dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Muskohcab dilaksakanakan dengan membentuk tim karateker. Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah, Zuhal mengkarateker siapa?

Jika saya yang dikarateker, itu tidak mungkin karena bukan satu periode dalam kepengurusan dan sudah demisioner.

Sementara jika mengkarateker Fara Fajrina, juga tidak bisa karena Fara belum dilantik.

Baca juga: Pejabat Negara Makin Kaya Meskipun Masih Pandemi, Berikut Pejabat yang Tajir Melintir

Baca juga: Pakistan Diambang Kerusuhan Sipil Setelah Penggulingan Imran Khan

Baca juga: Menangi Pertarungan UFC Dalam Keadaan Berpuasa, Petarung Berdarah Palestina Ini Ungkap Rahasianya 

Menurut saya, keputusan saudara Zuhal Riski tentang karateker Kohati itu penuh dengan kepentingan pribadi dan kelompok, karena Muskohcab XXXV itu sudah dilakukan.

Apalagi nama Fara Fajrina sudah tercantum dalam Surat Keputusan (SK) yang disahkan oleh Pengurus Besar HMI sebagai Kabid Pemberdayaan Perempuan.

Untuk diketahui, Kohati sebagai lembaga ex officio, Kabid Pemberdayaan Perempuan secara otomatis menjadi ketua Kohati cabang.

Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak menerima dan tidak melantik Fara.

Harapan saya, Zuhal bisa tertib administrasi organisasi.

SK yang telah dikeluarkan PB bukan hanya kertas yang bisa dibungkus kacang rebus, namun itu adalah legalitas yang sah.

Zuhal seharusnya fokus saja mengeluarkan SK dan melantik saudari Fara Fajrina, dan fokus saja dengan program cabang ke depan, bukan malah mencaplok dapur Kohati.

Selain itu, saudara Zuhal juga perlu belajar lebih banyak lagi tentang organisasi, sehingga tidak terkesan arogansi.

Kebijakan membuat tim karateker untuk membuat Muskohcab ulang hanya akan memunculkan konflik dan memecahkan belah keharmonisan kader HMI sekawasan Banda Aceh.

Maka dari itu, kami, Kohati cabang Banda Aceh merasa tidak diperlakukan secara konstitusi.

Saya juga meminta PB HMI, Alumni HMI, dan seluruh kader HMI sekawasan Banda Aceh untuk mengevaluasi pengurus cabang tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved