Ramadhan 2022

Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini 3 Tips Sehat Makan Gorengan, Pastikan Minyak Jenis Ini yang Digunakan

Gorengan dikenal sebagai makanan yang tidak sehat karena kandungan lemaknya. Lantas, adakah tips makan gorengan atau memilih gorengan yang sehat?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Tribun Bali
Ilustrasi makanan gorengan 

Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini 3 Tips Sehat Makan Gorengan, Pastikan Minyak Jenis Ini yang Digunakan

SERAMBINEWS.COM - Gorengan sering disebut-sebut sebagai makanan yang tidak sehat berkat kandungan lemaknya. Lantas, adakah tips sehat makan gorengan atau memilih gorengan yang sehat?

Gorengan termasuk hidangan yang banyak disukai orang ketika berbuka puasa. Berikut tiga tips sehat makan gorengan yang bisa jadi referensi untuk mendukung kesehatan tubuh.

Waktu berbuka adalah waktu yang paling dinanti saat berbuka puasa. Salah satu hidangan yang banyak disukai orang ketika berbuka puasa adalah gorengan.

Makanan yang satu ini menjadi favorit saat buka puasa bagi sebagian orang karena harganya yang terjangkau, rasanya yang gurih dan cara memasaknya yang tidak terlalu sulit.

Namun di balik kelezatannya, ternyata mengonsumsi gorengan di waktu berbuka puasa tidak disarankan.

Pasalnya, ada bahaya yang mengintai kesehatan tubuh setelah mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

Kandungan minyak berlebih pada gorengan kerap dituding sebagai biang kerok munculnya kolesterol hingga obesitas.

Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube VDVC Health pada Rabu (20/4/2022), dr Verawati Sudarma, M Gizi, Sp GK mengatakan, ada bahaya yang ditimbulkan jika mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

Baca juga: Jarang Disadari, dr Zaidul Akbar Ungkap Dampak Buruk Makan Gorengan, Bisa Bermasalah Usus

Baca juga: Berikut Dampak Buruk Rutin Konsumsi Gorengan dan Gula Pasir, Ini Kata dr Zaidul Akbar

Baca juga: Sebaiknya Hindari Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ahli Gizi: Tidak Beri Manfaat Apapun untuk Nutrisi

Bahaya makan gorengan saat buka puasa

Dalam penjelasannya, dr Verawati Sudarma mengatakan, setidaknya ada dua bahaya yang menjadi alasan untuk tidak mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

1. Sulit dicerna

Secara umum, minyak yang terkandung dalam gorengan memang tidak baik untuk tubuh karena lemaknya sulit dicerna.

Selain sulit dicerna, minyak pada gorengan juga akan bertahan lebih lama pada saat berada di lambung.

2. Berisiko mual dan muntah

Lemak yang terkandung pada minyak yang digunakan untuk menggoreng gorengan sulit dicerna oleh tubuh.

Kesulitan mencerna itulah yang pada akhirnya membuat seseorang merasa tidak nyaman dan berisiko terjadi nyeri perut bahkan bisa mual muntah.

Oleh karena itu, mengonsumsi gorengan harus kita kurangi.

Tak hanya gorengan, umumnya semua makanan berlemak ketika dikonsumsi setelah berbuka puasa akan mengakibatkan rasa yang tidak nyaman.

Hal ini yang harus dipertimbangkan ketika kita mengonsumsi makanan berbuka puasa yang tinggi lemaknya.

Tips sehat memilih gorengan

Gorengan merupakan makanan favorit semua orang, meskipun kerap disalahkan sebagai penyebab berbagai penyakit.

Hal itu bisa diatasi dengan cara mengolah dengan baik dan memilih minyak sehat saat mengoreng gorengan.

Menurut penjelasan dr Verawati Sudarma, berikut beberapa cara tetap sehat untuk yang suka makan gorengan.

1. Pilihlah minyak yang baik, jangan menggunakan minyak yang telah digunakan berkali-kali.

2. Umumnya disarankan, menggunakan minyak yang baru ketika ingin menggoreng.

3. Gunakanlah minyak yang jenisnya tidak mudah beroksidasi saat digunakan untuk menggoreng.

Salah satunya, dr Verawati Sudarma menyarankan untuk menggunakan minyak kelapa hingga minyak canola.

"Minyak kelapa cukup baik demikian juga dengan minyak kelapa sawit atau boleh digunakan minyak canola," katanya.

Tetapi tetap saja hal yang perlu diingat, jangan menggunakan minyak yang sama untuk digunakan berkali-kali saat menggoreng bahan makanan.

Pasalnya, semakin sering kita menggoreng dengan menggunakan minyak yang sama, maka kadar lemak jenuhnya akan meningkat.

Tentunya kondisi ini menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

"Menimbulkan efek kesehatan seperti terbentuknya plak pada pembuluh darah, pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: 8 Jenderal Rusia Tewas dalam Perang Ukraina, Magomed Tushaev, Vitaly Gerasimov dan Vladimir Frolov

Baca juga: Pernikahan Sirinya Sempat Heboh, Rizky Billar Ungkap yang Sebenarnya Terjadi

Baca juga: Hatinya Hancur Suami Lebih Pilih Pelakor, Ibu Muda Habisi 2 Anaknya Lalu Gantung Diri

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved