Berita Aceh Tengah

Golek Tebu, Alat Peras Tebu Unik dari Takengon, Rasa Airnya Diklaim Beda dengan Perasan Mesin 

Syahdiwan malah memeras tebu dengan cara manual, yakni alat yang dikenal dengan nama "Golek Tebu". 

Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Proses memeras air tebu menggunakan alat tradisional bernama Golek Tebu milik Syahdiwan di Takengon, Aceh Tengah, Kamis (21/4/2022). 

Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pada bulan Ramadhan, banyak dijumpai penjual air tebu untuk minuman berbuka puasa. 

Namun ada yang berbeda dari penjual air tebu di Takengon, Aceh Tengah.

Jika biasanya penjual tebu menggiling atau memeras air tebu menggunakan mesin, tetapi tidak dengan Syahdiwan, seorang penjual tebu di Jalan Yos Sudarso, Desa Tansaril, Kecamatan Bebesen. 

Syahdiwan malah memeras tebu dengan cara manual, yakni alat yang dikenal dengan nama "Golek Tebu". 

Syahdiwan mengatakan, ide awal ia memeras air tebu dengan menggunakan alat tradisional ini karena hanya ingin tampil beda dengan yang lain. 

"ide awalnya menggunakan Golek Tebu ini hanya ingin tampil beda dari yang lain,” kata dia.

Baca juga: VIDEO - Fajri Tetap Memeras Tebu dengan Alat Tradisonal, Dijual Rp 3.000 Gelas

“Jika yang lain menggunakan mesin, kita munculkan cara berbeda untuk peras air tebu," ujarnya. 

Selain itu, cara yang ia lakukan ini menghasilkan rasa yang berbeda dengan air perasan tebu menggunakan mesin. 

Saat ditanyai Serambinews.com mengapa menggunakan alat ini, yang mana prosesnya sendiri menghabiskan banyak tenaga dibandingkan menggunakan mesin, Syahdiwan menjawab karena ia merasa senang dan semangat. 

"Memang capek, tapi waktu kita kerjakan bawaannya semangat, ada rasa dan keseruan tersendiri," jawab Syahdiwan. 

Ia berjualan air tebu ini hanya pada saat bulan Ramadan saja dan tebu-tebu yang ada ia dapatkan dari seputaran Aceh Tengah, seperti Blang Mancung. 

Amatan Serambinews.com, ada tujuh orang yang ada di lapak bertenda warna army tersebut.

Baca juga: Tawarkan Citarasa Berbeda, Pedagang di Lhokseumawe Rela Peras Tebu dengan Alat Tradisonal

Mereka secara bergantian menggiling batang tebu satu per satu.

Tampak juga ramai pengunjung yang datang untuk membeli dan ada juga yang merekam proses pembuatannya yang terbilang unik. 

Dalam sehari, Syahdiwan dapat menjual 100 hingga 150 bungkus air tebu hasil perasan menggunakan alat tradisional ini.

Satu bungkus air tebu, ia menjual seharga Rp 5000. 

Syahdiwan mulai membuka lapaknya setelah Zuhur hingga lima menit sebelum berbuka puasa. 

Baca juga: Buka Puasa Ramadhan Minum Air Tebu, Ternyata Ini 10 Manfaat Air Tebu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Di penghujung perbincangan, Syahdiwan mengatakan, jika ia merencanakan bahwa bulan puasa tahun depan akan membawa Golek Tebu ini ke Banda Aceh dan berjualan di sana.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved