Sabtu, 16 Mei 2026

Luapan Sungai

Luapan Sungai Krueng Tadu Robohkan Rumah Penduduk dan Gerus Jalan Kuala Tuha-Lamie

Akibat volume dan tekanan air hujan yang tinggi dan deras yang jatuh ke hulu sungai, kemudian mengalir dengan deras ke Sungai Krueng Tadu, telah menga

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah rumah penduduk di Gampong Drien Tijuh, Lamie Nagan Raya, yang sudah tergerus air sungai Kreung Tadu, hingga roboh ke dalam sungai, Rabu (20/4/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hujan deras yang mengguyur daerah pegunungan di Kabupaten Nagan Raya, dalam beberapa minggu ini, telah meningkatkan volume dan tekanan gelombang air hujan yang turun dari atas pegunungan dan hulu sungai ke Sungai Krueng Tadu.

Akibat volume dan tekanan air hujan yang tinggi dan deras yang jatuh ke hulu sungai, kemudian mengalir dengan deras ke Sungai Krueng Tadu, telah mengakibatkan, di beberapa sisi badan jalan Kuala Tuha-Lamie di Gampong Drien Tujoh, bersama rumah penduduk yang berada di pinggiran sungai Krueng Tadu, tergerus air sungai dan roboh ke dalam sungai.

“Kondisi itu perlu diwaspadai masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai dan pengendara bermotor,” kata Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek SH, MH kepada Serambinews.com saat meninjau lokasi badan jalan yang tergerus air sungai Krueng Tadu, Nagan Raya, Rabu (20/4/2022).

Ahmad Dadek menjelaskan, dua pekan lalu, dirinya telah berkunjung ke lokasi Jalan Kuala Tuha-Lamie ini, untuk melihat badan jalan yang sudah tergerus oleh air sungai Krueng Tadu, di Gampong Drien Tujoh.

VIDEO Jejak Masjid Bersejarah Tgk Di Pucok Krueng Beuracan

Air hujan yang turun dari atas gunung mengalir ke Sungai Krueng sangat kencang dan deras itu, kata Kepala Bappeda Aceh, telah menggerus dan merobohkan, sejumlah rumah penduduk yang berada dipinggir Sungai Krueng Tadu.

Kunjungan kerja kami bersama Tim P2K Setda Aceh ke lokasi jalan badan jalan Kuala Tuha - Lamie, Kabupaten Nagan Raya ini, ungkap Dadek, pertama untuk mengecek pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Kuala Tuha -Lamie sepanjang 2,3 Km yang telah dimenangkan oleh rekanan lokal dengan nilai kontrak Rp 8,93 miliar, apakah sudah dikerjakan atau belum.

Kedua, badan jalan di Gampong Drien Tujoh, yang sudah tergerus ke dalam Sungai Krueng Tadu, dua pekan lalu, selebar 2 x 50 meter apakah sudah ditangani oleh rekanan yang sedang melakukan pemeliharaan berkala pada ruas jalan Kuala Tuha-Lamie tersebut.

Melihat Jejak Masjid Bersejarah Tgk Di Pucok Krueng Beuracan, Dibangun Masa Sultan Iskandar Muda

Hasil kunjungan yang kami lihat di lapangan, kata Ahmad Dadek, untuk kelancaran arus transportasi pada ruas jalan Kuala Tuha, rekanan lokal yang memenangkan lelang pekerjaan pemeliharaan berkala jalan Kuala Tuha – Lamie, sudah bekerja menangani badan jalan yang sudah tergerus ke dalam sungai, dengan cara melebarkan badan jalan ke sisi kanan sepanjang 4 meter, sehingga lebar badan jalan yang sudah tergerus ke sungai, kembali normal 6 – 8 meter.

Pekerjaan lain yang dilakukan rekanan, menggali pinggiran badan jalan yang sudah rusak, untuk diperbaiki sepanjang 200 meter dan timbunan pilihan wedding/pasir sepanjang 600 meter, di beberapa bagian pada ruas jalan Kuala Tuha-Lamie tersebut.

Ruas jalan Kuala Tuha-Lamie ini, kata Ahmad Dadek, merupakan ruas jalan provinsi, di beberapa lokasi badan jalannya sudah mulai ada yang rusak, diperlukan pemeliharaan berkala, agar kondisi jalannya tetap baik dan bagus.

Ruas jalan ini, banyak dilintasi angkutan umum, berupa truk pengangkut TBS kelapa sawit, karena di sepanjang ruas jalan Kuala Tuha-Lamie ini, banyak terdapat tanaman kelapa sawit milik rakyat dan tanaman pertanian serta perkebunan rakyat lainnya.

Jumlah penduduknya sangat rapat, sehingga membuat arus transportasi pada ruas jalan ini sangat padat, maka untuk mengurangi ancaman terjadinya kecelakaan lalu lintas dan lainnya serta penghambat kegiatan usaha ekonomi rakyat, akibat jalan rusak, maka kondisi badan jalan yang telah rusak, perlu secepat diperbaiki secara berkala.

“Tujuannya, agar badan jalannya tetap dalam kondisi baik, sehingga kendaraan bermotor yang melintas di ruas jalan Kula Tuha-Lamie itu, jadi lebih aman dan nyaman,” kata Ahmad Dadek.

Fauzi, seorang penduduk Gampong Drien Tujoh, Lamie mengungkapkan, rumah beton yang ditempatinya saat ini, sebagian sudah roboh ke dalam Sungai Krueng Tadu, akibat tergerus air hujan yang turun dari atas pegunungan ke Sungai Kruang Tadu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved