Jumat, 1 Mei 2026

Pelat Nomor Kendaraan Dicatat saat Isi BBM Jenis Solar dan Pertalite, Ini Alasannya

Pemerintah bersama PT Pertamina mulai mengawasi dan memperketat peredaran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan Pertalite.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI-- Alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) mulai mengawasi dan memperketat peredaran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan Pertalite.

Caranya dengan menggunaan kamera pengawas untuk mencatat pelat nomor kendaraan yang membeli BBM subsidi di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, tujuan dari pengawasan itu tidak lain untuk memastikan BBM subsidi tersalurkan secara tepat sasaran.

"Kami sudah mulai sistem pengawasan dengan merekam pelat (nomor kendaraan). Nanti bakal ketahuan kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM (subsidi)," kata Arifin, mengutip Kompas.com, Sabtu (23/4/2022).

 

Alasan Pengawasan BBM Subsidi

Lebih lanjut, Arifin juga menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa perlu dilakukannya pengawasan BBM subsidi lewat pencatatan pelat nomor kendaraan dengan menggunakan kamera pengawas (CCTV).

1. Mencegah penimbunan BBM subsidi

Menurut Arifin, sistem tersebut dapat mencegah kasus penimbunan BBM yang sebelumnya sudah banyak ditemukan dan ditindak oleh pihak kepolisian.

"Kemarin sudah banyak ditindak oleh kepolisian dalam kasus penimbunan dan layout tangki dari 200 liter menjadi 400 liter. Bisa juga bocor di SPBU. Makanya kami coba tangani," ujar Arifin.

Baca juga: Mesin Mati Setelah Isi BBM, Mobil Jenis Minibus di Tuban Meledak hingga Empat Kali dan Terbakar

Baca juga: Untuk Kelancaran Mudik, Mobil Angkutan Umum Barang & Penumpang Dipasang Stiker Pengguna BBM Subsidi

2. Menjaga stok BBM jelang Lebaran 2022

Arifin menambahkan, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Solar kemungkinan besar melonjak dalam beberapa hari mendekati momen Lebaran 2022.

Bahkan, lanjut Arifin, peningkatan konsumsi BBM subsidi itu dapat berkisar 12-14 persen dari rata-rata konsumsi harian masyarakat.

Oleh sebab itu, saat ini pemerintah dan Pertamina tengah berusaha mengamankan stok BBM menjelang Lebaran.

"Kami minta Pertamina mengamankan tangki (SPBU) seoptimal mungkin sebagai persiapan menjelang arus mudik dan balik, terutama BBM jenis Solar dan Pertalite," ucap Arifin.

 

Sebelumnya, Jumat (22/4/2022), Arifin pun telah memantau langsung pendistribusian BBM di dua SPBU yang berlokasi di ruas tol Jawa Barat.

Kepada petugas di salah satu SPBU itu, Arifin menyarakan untuk mempercepat proses pengisian BBM agar antrea kendaraannya tak begitu panjang.

"Kami minta petugas SPBU meningkatkan pengisian BBM agar mengurangi antrean panjang. Harus ada kerja ekstra guna mempercepat dan memanfaatkan layout (SPBU) untuk kendaraan-kendaraan besar," tuturnya.

Adapun, Arifin menyebutkan, proyeksi penjualan BBM jenis Pertalite di regional Jawa Bagian Barat (JBB) yang terbaru mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen.

 

Baca juga: Baksos Mahasiswa Al Hilal di Tangse Berakhir, Ini Kegiatan Sukses Dilaksanakan

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, Satu Rumah Hancur Satu Sepmor Hanyut

Baca juga: Ayah Rudapaksa Putri Kandung hingga Hamil 6 Bulan, Korban Diancam Dibunuh Agar Tak Cerita

Kompas.com: Pelat Nomor Direkam saat Isi BBM Subsidi, Alasannya Cegah Penimbun dan Jaga Stok Lebaran

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved