Breaking News:

Bincang Serambi Ramadhan

Mimpi Basah Tak Batalkan Puasa

HUKUM mimpi basah saat puasa Ramadhan mungkin masih membingungkan bagi sebagian laki-laki muslim

Editor: bakri
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE/SERAMBI ON TV
Pembina Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) Aceh, Tgk Bustamam Usman MA, menjadi narasumber dalam program Bincang Serambi Ramadhan, Senin (25/4/2022), yang dipandu jurnalis, Syamsul Azman. 

HUKUM mimpi basah saat puasa Ramadhan mungkin masih membingungkan bagi sebagian laki-laki muslim.

Pasalnya, keluarnya air mani dengan sengaja merupakan salah satu perkara yang dapat membatalkan puasa.

Mimpi basah atau ihtilam sendiri merupakan hal alami yang terjadi pada tiap laki-laki sebagai tanda kedewasaan.

Hal ini disampaikan Pembina Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Bustamam Usman MA, mengawali program Bincang Serambi Ramadhan, Senin (25/4/2022).

Program yang memangkat tema " Mimpi Basah, Keluar Mani, Mazhi dan Wadi Ketika Puasa, Batalkah?” ini dipandu jurnalis Syamsul Azman, yang disiarkan di Youtube Serambi On TV dan Facebook Serambinews.com.

Program khusus kerja sama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh ini hadir setiap hari pukul 16.30 WIB selama bulan Ramadhan.

Tgk Bustamam mengatakan, mayoritas ulama fiqih sepakat bahwa suci dari jinabat bukanlah termasuk sebagai syarat sahnya puasa.

“Mimpi basah pada siang hari saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa.

Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Donor Darah dan Vaksin tak Batalkan Puasa, Simak Penjelasan Waled Rusli

Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Kapan Waktu yang Tepat Menyikat Gigi Saat Berpuasa? Ini Kata Tgk Ismail

Tidak pula dikenakan kewajiban mengqadha puasa tersebut dan hukuman kafarah,” katanya.

Ketua Komisi B MPU Kota Banda Aceh ini menjelaskan, mani adalah cairan berwarna putih yang keluar dari kemaluan dan keluarnya diiringi dengan rasa nikmat dan syahwat.

Hukum puasa mengeluarkan air mani secara sengaja karena hubungan suami istri dapat membatalkan puasa.

Tak hanya batal, orang yang melakukan itu saat berpuasa juga harus membayar sanksi atau kafarah.

Jika seseorang beronani lalu keluar mani atau sperma (ejakulasi), maka puasanya batal karena ejakulasi sebab kontak fisik.

“Maka dari itu, air mani yang keluar karena hubungan badan, masturbasi, dan kontak fisik dapat membatalkan puasa,” ujar Tgk Bustamam.

Namun, kandidat Doktor di UIN Ar-Raniry ini mengatakan, air mani yang keluar karena seseorang mengalami mimpi basah tidak membatalkan puasa.

Sementara wadi hampir sama dengan mani dalam segi bentuk, namun perlu diketahui wadi adalah cairan putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah buang air kecil.

“Wadi tidak membatalkan puasa, cuma harus disegerakan untuk mensucikannya,” terang alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Muarrif Lam Ateuk Aceh Besar ini, Sedangkan madzi merupakan cairan bening dan lengket yang keluar disebabkan karena seseorang membayangkan ‘ijma atau ketika tubuh sudah mulai terangsang.

Tgk Bustamam mengatakan, hukum keluar madzi saat puasa Ramadhan tidak akan membatalkan puasa tersebut.

“Namun, jika dilakukan secara sengaja sehingga mengakibatkan keluarnya madzi, maka akan mengurangi nilai ibadah wajib puasa tersebut,” terangnya.(ar)

Baca juga: Ketua ISAD Aceh Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan

Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Inilah Sejarah Tarawih dan Pengamalannya di Berbagai Belahan Dunia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved