Kupi Beungoh

Puasa dan Kemenangan Umat Islam

Baik sejak era Rasulullah saw dan para sahabatnya, bahkan hingga pada periode yang sangat jauh setelah itu.

Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Komisoner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Teuku Zulkhairi 

Hal itu bermakna bahwa pancaran kekuatan ruhiyah muslim di bulan ramadhan ini dapat menjadi kekuatannya menuju kejayaan Islam di dunia.

Pada intinya, kedekatan umat Islam dengan Allah di bulan ramadhan melalui pengerjaan serangkaian ibadah di dalamnya, telah menjadi asbab bagi lahirnya pertolongan Allah Swt.

Dengan demikian, hal paling penting adalah bagaimana membawa model ruhiyah dan karakter muslim yang ingin dibentuk di bulan ramadhan ini ke dalam bulan-bulan selanjutnya.

Mungkin, itulah makna ketika Rasulullah Saw mengatakan bahwa “sekiranya kita umat Islam mengetahui keutamaan yang ada di bulan ramadhan, maka sungguh kita akan mengingingkan ramadhan itu sepanjang tahun”.

Melalui serangkain amalan utama di bulan ramadhan memang membuat umat Islam semakin dekat dengan Allah.

Sebab Allah menyukai amalan-amalan ibadah di bulan ramadhan itu seperti puasa.

Jika kita dekat dengan Allah, maka bukankah Allah adalah pemilik alam semesta raya ini yang akan memenuhi semua mimpi kita tentang kembalinya kejayaan Islam di atas muka bumi ini?

Jadi, berbicara tentang kejayaan Islam semestinya juga berbicara tentang faktor kedekatan muslim dengan Allah Swt sebagai Pemilik Alam Semesta Raya, Zat yang mengatur kehidupan dunia dan akhirat.

Oleh sebab itu, puasa ramadhan harus betul-betul dapat menjadi sarana yang mendekatkan kita kepada Allah Swt.

Sebab, semua amalan-amalan yang diminta untuk digalakkan oleh umat Islam di bulan ramadhan akan menjadi fondasi bagi kejayaan umat Islam di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Lebih dari itu, bahwa ramadhan sebagai bulan pengampunan dosa-dosa umat Islam juga menjadi faktor penting datangnya pertolongan Allah.
Bahwa dengan diampuninya dosa-dosa umat Islam oleh Allah Swt melalui serangkaian amalan ibadah di bulan ramadhan, maka umat Islam semakin dekat dengan kemenangan.

Baik kemenangan sebagai pribadi dengan diampuninya dosa-dosa oleh Allah Swt, maupun kemenangan berikutnya sebagai entitas peradaban dalam pergulatan eksistensinya di dunia.

Puasa ramadhan ini harus berhasil membentuk karakter takwa pada diri kita agar puasa kita ini sejalan dengan cita-cita Islam yang dapat mengantarkan kita kepada kemenangan.

Secara pribadi, dengan karakter takwa ini maka seorang muslim akan semakin dekat dengan syurga. Hal itu sebagaimana banyak ditegaskan dalam Alquran bahwa Allah Swt menyediakan “syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”  bagi orang-orang yang bertakwa.

Sementara bagi bangsanya, ketakwaan kolektif masyarakatnya akan mendatangkan keberkahaan dari Allah bagi negeri tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved