Breaking News:

Hukuman Mati

Iran akan Eksekusi Mati Dokter Ahmad Reza Jalali Atas Tuduhan Spionase untuk Mossad Israel

Warga negara Swedia-Iran, Ahmad Reza Jalali akan dieksekusi paling lambat 21 Mei 2022. Demikian dilaporkan kantor berita...

Editor: Eddy Fitriadi
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi hukuman mati. Iran akan Eksekusi Mati Dokter Ahmad Reza Jalali Atas Tuduhan Spionase untuk Mossad Israel. 

SERAMBINEWS.COM - Warga negara Swedia- Iran, Ahmad Reza Jalali akan dieksekusi paling lambat 21 Mei 2022.

Demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran ISNA pada Rabu, yang diberitakan Alarabia.

Ahmad Reza Jalali, dokter dan peneliti kedokteran bencana, ditangkap pada 2016 dalam kunjungan akademis ke Iran.

Ia dijatuhi hukuman mati atas tuduhan spionase untuk Mossad Israel.

Dilaporkan oleh Voice of America (VoA), para pejabat Iran telah mengabaikan permintaan suaminya yang sakit untuk cuti dari penjara yang terkena virus corona.

Pada tahun 2020, dalam sebuah wawancara telepon Jumat dengan VOA Persia dari Swedia, Vida Mehran Nia mengatakan pengadilan Iran tidak memberikan tanggapan untuk membebaskan permintaan dari suaminya Ahmad Reza Jalali, pengacaranya dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dia ditahan di penjara Evin Teheran.

Mehran Nia menyatakan keprihatinannya tentang kondisi Jalali karena berbagai penyakit yang membuatnya rentan terhadap virus corona baru, yang menurut aktivis hak asasi telah menyebar di Evin dan penjara Iran lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Dia mengatakan suaminya telah memberi tahu dia dalam percakapan telepon sehari-hari bahwa dia menderita penyakit pencernaan, penurunan produksi sel darah dan sistem kekebalan yang lemah.

Istri Jalali juga mengatakan dia telah ditahan di sel isolasi dan kehilangan akses ke layanan dasar seperti perpustakaan penjara.

"Mungkin itu akan membantunya menghindari tertular virus," katanya.

Iran telah memberikan pembebasan sementara, atau cuti, kepada puluhan ribu tahanan sejak akhir Februari, sebagian untuk mengurangi kepadatan di penjara yang tidak bersih dan mengekang penyebaran virus.

Tetapi telah menolak untuk merumahkan tahanan yang menjalani hukuman lebih dari lima tahun untuk pelanggaran yang ditetapkan sebagai kejahatan keamanan.

Jalali, seorang peneliti kedokteran bencana yang tinggal di Swedia, ditangkap pada April 2016 saat mengunjungi Iran untuk menghadiri konferensi ilmiah atas undangan Universitas Teheran.

Pengadilan Iran menuduhnya bekerja sama dengan pemerintah asing yang bermusuhan dan menjatuhkan hukuman mati pada Oktober 2017 karena "menabur korupsi di bumi," sebuah pelanggaran yang dapat dihukum dengan eksekusi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved