Breaking News:

Laka Lantas

Korban Meninggal dalam Laka Lantas Selama Mudik Capai 31 Orang, Ini Imbauan Dirlantas Polda Aceh

Pos-pos layanan mudik itu, kata Dicky Sondany, memang banyak dimanfaatkan para pengemudi yang merasa mengantuk dan lelah mengemudi, untuk beristirahat

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dirlantas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani mengatakan, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat yang menggunakan kendaraan, baik sepeda motor, mobil pribadi, maupun angkutan umum untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani menyatakan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik dan arus balik mudik Lebaran Idhul Fitri 1443 Hijriah, mulai 25 April sampai 5 Mei 2022, berjumlah 78 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 31 orang, luka berat 5 orang dan luka ringan 118 orang. Sedangkan kerugian material diperkarakan sekitar Rp 113 juta lebih.

“Kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik lebaran tahun ini, paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten Bireuen sebayak 13 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 22 orang,” ungkap Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani kepada Serambinews.com, Jumat di Banda Aceh, ketika dimintai penjelasannya terkait jumlah kasus kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah di Aceh.

Dicky menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya kasus kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik dan arus balik mudik lebaran tahun ini, di wilayah Aceh. Berdasarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi, Dirlantas Polda Aceh, telah memetakan faktor-fraktor penyebabnya.

Wakapolda Aceh Tinjau Pos Mudik, Dicky Sondani: Paling Tinggi Lakalantas

Salah satunya adalah faktor manusia. Hal ini dianggap menjadi faktor paling rawan terjadi kecelakaan, karena kurang disiplinnya para pengendara kendaraan bermotor dan tidak patuh pada rambu-rambu dan peraturan lalu lintas.

Selanjutnya kondisi kelelahan yang dialami pengemudi. Untuk mengatasi kelelahan pengemudi, Dirlantas Polda Aceh bersama jajaran di bawahnya Polres dan instansi terkait lainnya, dalam masa angkutan mudik dan arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 1443/Hijriah ini, telah menggelar pos-pos pelayanan untuk para pengemudi yang telah merasakan kelelahan dan rasa mengantuk berat, untuk istirahat sejenak di pos-pos layanan para pengemudi tersebut, guna menghilangkan rasa mengantuk, capek, lelah, letih, lemah dan jenuh dalam mengemudi.

Pos-pos layanan mudik itu, kata Dicky Sondany, memang banyak dimanfaatkan para pengemudi yang merasa mengantuk dan lelah mengemudi, untuk beristirahat sejenak di pos layanan pengemudi yang kita buka di sejumlah jalan nasional.

Tapi banyak juga para sopir yang tidak memanfaatkan pos-pos layanan tersebut sebagai tempat istirahatnya menghilangkan rasa mengantuk dan lelah serta capek mengemudi.

Sopir/pengemudi mobil dan sepeda motor, yang sudah dalam kondisi lelah dan rasa mengantuk berat, menurut Dicki Sondany, jika ia tidak secepatnya beristirahat sejenak, untuk menghilangkan rasa mengantuk berat dan lelahnya, dirinya berpotensi untuk membahayakan dirinya sendiri, maupun pengguna jalan lainnya.

Kondisi kelelahan, kata Dicky Sondany, dapat menimbulkan sebuah fenomena yang disebut dengan micro sleep, sebuah kondisi yang diakibatkan karena kelelahan, membuat tingkat kesadaran menurun, jadi sangat rendah, sering kali tidak menyadari, ia sedang mengemudi kendaraan, berapakah kecepatan kendaraannya dan dimana posisi kendaraan yang dikemudikan, ia sudah tidak fokus lagi dengan kendaraan yang dikemudikan. Kondisi ini bisa membuat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kemudian, kondisi tofografi jalan wilayah Aceh yang bisa dikategorikan, kondisi badan jalannya yang lebar dan lurus, tidak terlalu banyak tikungan, seperti jalan lintas Barat – Selatan dan Timur - Utara Aceh. Memancing pengemudi, untuk mengendarai mobil dan kendaraan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, meski kondisi tubuhnya sudah lelah dan mengantuk berat. Kondisi yang demikian, sering kali menjadi musuh utama bagi pengemudi untuk terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kasus Lakalantas Menurun di Gayo Lues, Berbeda dengan Kasus Pelanggaran Administrasi

Misalnya jalan nasional di wilayah pantai timur - utara Aceh dan pesisir barat -selatan Aceh. Pada masa angkutan lebaran mudik tahun ini, di Aceh Timur, terjadi kecelakaan lalu lintas sebanyak 8 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia 6 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 12 orang. Di wilayah Aceh Utara, terjadi kasus kecelakaan 7 kali, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka ringan 15 orang.

Selanjutnya di Nagan Raya, terjadi 3 kasus kecelakaan, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka ringan 3 orang. Aceh Selatan 7 kasus kecelakaan, satu orang korban meninggal dunia, luka ringan 15 orang. Aceh Jaya 8 kali kasus kecelakaannya, luka ringan 14 orang.

Kondisi jalan yang memiliki tanjakan dan tikungan yang banyak dan curam, di wilayah perbukitan dan gunung. Kondisi jalan yang demikian, menjadi faktor pendukung kecelakaan lalu lintas jika kondisi kendaraan tidak dalam kondisi prima, baik alat pengeremannya, kondisi ban, serta mesin kendaraan.

Sering kali kecelakaan yang dialami, ungkap Dicky Sondani, adalah kecelakaan tunggal, terperosok ke jurang dan lainnya. Seperti jalan di Kawasan Gunung Geurute, Paro dan Kulu, jalan dari Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Jalan Gunung Singgah Mata, Aceh Tengah - Nagan Raya, jalan Enang-Enang, di Aceh Tengah dan lainnya.

Cara mencegah yang paling efektif, untuk menghilangkan rasa mengantuk berat, karena sudah kelelahan dalam mengemudi, kata Dicky Sondani, adalah beristirahat. Jangan paksakan diri mengemudi mobil, kalaua tubuh dan mata sudah terasa lelah dan mengantuk berat.

“Cari tempat yang dirasa lebih aman dan nyaman, istirahat sejenak, untuk menghilangkan rasa mengantuk berat, akibat kelelahan mengemudi. Misalnya di Pos Layanan Angkutan Lebaran, SPBU dan kedai kopi di pinggir jalan. Pilihan itu, lebih memberikan keselamatan bagi dirinya, keluarga yang berada dalam mobil dan orang lain,” ujar Dicky Sondani.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved