Breaking News

Internasional

Burung Murai Asiri Terancam Punah di Arab Saudi

Burung Murai Asiri yang hidup di Kerajaan Arab Saudi terancam punah dalam beberapa tahun mendatang.

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Burung Murai Asiri di Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Burung Murai Asiri yang hidup di Kerajaan Arab Saudi terancam punah dalam beberapa tahun mendatang.

Mohammed Shobrak dari Universitas Taif dan anggota Komite Penasihat Ilmiah dari Nota Kesepahaman tentang Konservasi Burung Pemangsa yang Bermigrasi di Afrika dan Eurasia, mengatakan:

“Jumlah burung murai asisi telah sangat menurun, yang menjadikannya terancam punah," ujarnya.

"Apalagi, jika tidak ada yang campur tangan untuk melestarikannya, itu akan menjadi di ambang kepunahan dan menjadi sulit untuk diselamatkan," tambahnya.

Burung murai Asiri, yang hidup di perbukitan barat daya Arab Saudi, adalah anggota dari keluarga Corvidae.

Nama ilmiahnya adalah Pica asirensis yang diklasifikasikan sebagai spesies terpisah melalui studi ilmiah tentang gen yang diterbitkan pada tahun 2003.

Baca juga: Harganya Bisa Melebihi Mobil Baru, Mengapa Burung Murai Batu Begitu Mahal di Indonesia?

Dilansir ArabNews, Rabu (11/5/2022), studi tersebut menegaskan murai terpisah dari spesies burung lain dan tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

Shobrak mengatakan studi terbaru, yang disponsori oleh Saudi Aramco dan Pusat Nasional Satwa Liar, menunjukkan murai, yang dilacak melalui satelit, hidup di daerah dataran tinggi.

Bahkan, tidak seperti burung lain, tidak bermigrasi ke dataran rendah selama musim dingin.

Studi tersebut menjalankan program komputer untuk menentukan lokasi favorit burung di habitat historisnya, yang membentang antara Taif di utara dan Abha di selatan.

Dimana, ditemukan 80 persen lingkungan yang memadai untuk kelangsungan hidupnya telah menghilang dan hanya 20 persen yang tersisa, sebagian besar di Asir, antara Tanomah dan Abha.

Penurunan drastis jumlahnya menjadikannya salah satu burung paling langka di dunia.

Shobrak mengatakan penurunan populasi ini disebabkan oleh beberapa alasan.

Baca juga: Meraup Uang Puluhan Juta Rupiah dari Beternak Murai dan Facebook

Antara lain perluasan wilayah perkotaan yang tidak diatur dan dampaknya terhadap habitat burung, perubahan iklim dan dampaknya terhadap habitat burung.

Seperti matinya pohon juniper, atau sengaja menyalakan api yang mempengaruhi habitatnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved