Berita Aceh Tamiang
Mentan Yakinkan Sapi Terjangkit PMK Aman Dikonsumsi
"Aman dikonsumsi, selama sekitar mulut dibuang karena di situ ada sariawan, usus buang dan kuku dibuang. Lainnya masih layak dimakan," jelasnya.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
"Jangan kesannya dramatisasi, seperti di Aceh Utara mati tiba-tiba dibilang PMK, padahal karena jantung kayaknya," ujarnya sembari tertawa.
Syahrul menambahkan kementerian saat ini sudah menyiapkan tiga program untuk menuntaskan persoalan ini, yakni program darurat, transisi, dan recovery.
Dia sendiri menilai, Aceh Tamiang sudah naik kelas ke program transisi.
Tahapan program transisi ini dinilainya, berhasil dilakukan berkat sikap tanggap Distanbunak Aceh Tamiang dalam melakukan penanggulangan PMK.
Baca juga: Beri Pemahaman Tentang PMK, Polres Lhokseumawe Kumpulkan Bhabinkamtibmas
"Tamiang seharusnya sudah melewati darurat, sekarang ini sudah tahap pengobatan. Selanjutnya recovery atau mengembalikan kondisi seperti semula. Ini perlu diikuti semua daerah di Aceh," ungkapnya.
Dalam kunjungan ini, Syahrul baru sebatas memberi bantuan vaksin dan antibodi.
Sedangkan obat PMK, sedang dikembangkan di Surabaya dan dalam waktu dekat dia optimis bisa segera didistribusikan ke daerah.
Bupati Aceh Tamiang, Mursil berharap kunjungan Menteri Pertanian bersama sejumlah Dirjen bisa memberi keyakinan kepada masyarakat kalau PMK bisa disembuhkan.
"Kami sangat berterima kasih, karena ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat kalau ternak yang sakit masih bisa sembuh," ujarnya.
Mursil pun berharap, peternak siap berkoordinasi dengan petugas di Distanbunak Aceh Tamiang untuk memberikan informasi kondisi ternaknya.
Rapat koordonasi ini turut diikuti Wakapolda Aceh Brigjen Agus Kurniady Sutisna, Bupati Aceh Timur, Wakil Wali Kota Langsa, Asisten I Bireuen dan Aceh Besar, serta Asisten II Aceh Utara dan Kadis Peternakan Aceh, Rahmadi. (*)
Baca juga: Partai Aceh Data Ternak Terjangkit PMK, Buka Posko Relawan di Seluruh Kecamatan di Aceh Tamiang