Berita Banda Aceh

Jurnal Dosen USK Terindeks Scopus Q1

Pasalnya, untuk pertama kali tim yang beranggotakan beberapa dosen itu berhasil membawa jurnal Studies in English Language and Education (SiELE)

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr Ir Marwan, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) 

BANDA ACEH - Tim Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih prestasi bergengsi dalam dunia akademik.

Pasalnya, untuk pertama kali tim yang beranggotakan beberapa dosen itu berhasil membawa jurnal Studies in English Language and Education (SiELE) terindeks Scopus dengan klaster quartile Q1.

Adapun dosen tersebut adalah Prof Dr Yunisrina Qismullah Yusuf MLing, Faisal Mustafa SPd MA, dan dosen lain yang tergabung dalam Tim Jurnal SiELE universitas itu.

Untuk diketahui, Scopus adalah salah satu pengindeks jurnal internasional.

Sementara Q1 merupakan klaster tertinggi dalam menilai kualitas sebuah jurnal ilmiah.

Sedangkan jurnal SiELE merupakan jurnal yang scope-nya mempublish artikel-artikel dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, linguistik, dan sastra.

Prof Yunisrina selaku Editor in Chief jurnal tersebut menjelaskan, jurnal SiELE yang disusun pihaknya sudah melalui proses yang panjang.

Sejak berhasil terindeks Scopus, menurut Yunisrina, reviewers dan editors diberi waktu 6-12 bulan untuk mengevaluasi artikel yang akan diterbitkan.

Mulai dari tahap review, revision, evaluation, copy-editing, references checking, finalization, sampai akhirnya diterbitkan.

Baca juga: Isi Kuliah Umum di USK, Sekjen DPR RI Nyatakan Aceh Punya Sejumlah Persoalan yang Mengkhawatirkan

Baca juga: USK Luluskan Spesialis Kardiologi Perdana

“Kami berusaha sebaik mungkin agar setiap artikel yang akan dipublish sudah melalui proses yang baik,” ucapnya.

Prof Yunisrina juga mengungkapkan, pencapaian ini sangat penting baik bagi dosen maupun USK secara institusi.

Sebab, lanjutnya, hal ini bermakna jurnal SiELE USK sudah diakui secara internasional.

Begitu pula reputasi peneliti yang terlibat dalam riset ini.

Dengan demikian, tambah Yunsirina, para peneliti USK dapat lebih mudah membangun jejaring internasional melalui publikasinya tersebut.

“Capaian Q1 ini juga membuktikan bahwa kajian bahasa, khususnya di Indonesia semakin maju, serta layak dibaca dan menjadi referensi para peneliti bahasa seluruh dunia,” tutupnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved