Berita Aceh Besar
48 Ekor Ternak di Lhoknga Terjangkit PMK, Enam Kecamatan di Aceh Besar Sudah Terpapar
Paparan terparah menimpa ternak di Kecamatan Lhoknga, di mana sudah 48 ekor sapi terinfeksi PMK.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Laporan Asnawi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Ternak di enam dari 23 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar sudah terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Paparan terparah menimpa ternak di Kecamatan Lhoknga, di mana sudah 48 ekor sapi terinfeksi PMK.
"Dari 6 Kecamatan, terbanyak terkena virus PMK dari Kecamatan Lhoknga mencapai 48 ekor,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Aceh Besar, Jakfar, SP didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Firdaus, SP kepada Serambinews.com, Sabtu (14/5/2022).
“Kemudian disusul Kecamatan Montasik 22 ekor, Ingin Jaya 16 ekor, Indrapuri dan Krueng Barona Jaya masing-masing 4 ekor, serta Kecamatan Sukamakmur 1 ekor," lanjut Jakfar.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Firdaus, SP menambahkan, jumlah ternak yang terkena wabah PMK di Aceh Besar mencapai 95 ekor, yang tersebar di 6 kecamatan.
Namun begitu, ungkapnya, hingga saat ini belum ada laporan ada ternak sapi yang mati akibat PMK.
Baca juga: VIDEO Cegah PMK, Petugas Periksa Sapi di Peternakan di Banda Aceh
Terhadap wabah PMK ini, ucap Jakfar, Distan Aceh Besar melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui petugas kesehatan hewan yang ada di kecamatan-kecamatan.
“Mereka mengedukasi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri ternak terinfeksi PMK,” papar Kadistan.
Ternak sapi yang terkena PMK, sebutnya, harus diisolasi agar tidak menular ke ternak lainnya yang masih sehat.
Distan Aceh Besar juga memberikan obat-obatan atau vitamin untuk ternak yang terinfeksi PMK.
Petugas kesehatan hewan melakukan pengobatan dengan obat Penstrep, Gluecortine, Sulpidon, dan Vitamin C.
Baca juga: Ternak di Gayo Lues Masih Aman dari PMK, Sebagian Demam Tiga Hari, Ini Penyebabnya
Kadistan Aceh Besar mengimbau peternak agar tidak melepasliarkan ternaknya guna mencegah paparan PMK.(*)