Berita Aceh Barat Daya

Petani Biarkan Sawit Membusuk, Pengepul Tolak Beli akibat Harga Tak Stabil

Setelah sempat menyentuh harga tertinggi, kini sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memilih tidak memanen kelapa sawitnya

Editor: bakri
For Serambinews.com
Tumpukan TBS sawit masyarakat Abdya di PMKS Mon Jambee, Kecamatan Babahrot, Abdya 

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah dan pihak terkait serius, menangani persoalan tersebut, jika tidak petani akan merugi karena TBS tidak tahu dijual kemana.

"Kami berharap semua pihak serius dan memberikan kejelasan harga, sehingga petani tidak menjadi korban," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada akhir 2021 harga sawit di Abdya pernah mencapai puncak yaitu Rp 3.100 per kilogram yang ditampung oleh Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) atau Rp 2.950 per kilogram ditingkat petani.

Harga Rp 3.100 per kilogram tersebut, merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah di Bumoe Brueh Sigupai.

Harga tinggi tersebut bertahan hingga penghujung April, meskip u n awal tahun sempat terjadi turun drastis beberapa hari.

Namun, harga kembali naik dengan kisaran harga Rp 2.800 per kilogram.

PT Mon Jambee Tetap Tampung

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mon Jambee, Kecamatan Babahrot, Abdya memastikan tetap menampung sawit petani setempat dan sekitar.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas PMKS PT Mon Jambee, Kalmi merespon terkait banyaknya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan agen pengepul yang tak menampung sawit petani.

"Alhamdulillah, sampai saat ini kita tetap menampung TBS petani," ujar Humas PMKS PT Mon Jambee, Kalmi kepada Serambi, Sabtu (14/5/2022).

Kalmi mengakui saat ini stok TBS di PMKS PT Mon Jambee sangat banyak dan berlimpah.

Meski stok berlimpah, ia menegaskan pihaknya tetap menampung sawit milik petani.

"Tapi, kami meminta kepada sopir truk untuk bersabar, dan tidak memaksa kehendak, dan kami pastikan semua sawit yang diantar tetap kita terima, tapi harus bersabar," katanya.

Menurutnya, harga TBS yang diterima di PT Mon Jambee Rp 1.900 per kilogram.

Harga tersebut dinilai paling tinggi mengingat ada beberapa PKS di Subulussalam dan Nagan Raya yang sudah tutup, dan jika masih menampung TBS maka harga hanya Rp 1.500 per kilogram. (c50)

Baca juga: Harga Beli TBS Kelapa Sawit Rendah, Petani Sawit Aceh Jaya Mengeluh

Baca juga: Presiden Diminta Cabut Larangan Ekspor CPO, Harapan 51 Perusahaan Sawit di Aceh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved