Berita Aceh Besar

Puluhan Sapi di Aceh Besar Terjangkit PMK

Puluhan ekor sapi di enam kecamatan di Aceh Besar terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK)

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kadistan Aceh Besar, Jakfar. 

JANTHO - Puluhan ekor sapi di enam kecamatan di Aceh Besar terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Firdaus SP, Sabtu (14/5/2022) mengatakan, saat ini ternak sapi yang terjangkit wabah PMK sebanyak 95 ekor.

Persentase ternak sapi yang paling banyak terjangkit PMK dari Kecamatan Lhoknga mencapai 50,526 persen, Kecamatan Montasik 23,158 persen, Ingin Jaya 16,824 persen, Indrapuri 4,211 persen, Krueng Barona Jaya 4,211 persen dan Kecamatan Sukamakmur 1,053 persen.

Menurut Jakfar, terhadap wabah PMK ini, Distan Aceh Besar sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui petugas kesehatan hewan yang ada di kecamatan-kecamatan.

Dikatakan, sapi yang terkena virus PMK harus diisolasi agar tidak menular ke ternak lainnnya.

Pihak Distan Aceh Besar juta memberikan obat-obatan atau vitamin untuk ternak yang terkena virus PMK.

Khususnya untuk obat PMK di Aceh belum ada dan mereka masih menunggu obat-obatan dari Jakarta.

Ditambahkan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Firdaus SP, pada 6 Mei 2022 petugasnya (Muntazar) menemukan 1 ekor sapi milik warga Desa Lampaya, Kecamatan Lhoknga menunjukkan gejala klinis tertular virus PMK.

Petugas langsung melakukan pengobatan dengan penstrep, gluecortine, sulpidon dan vitamin C.

Baca juga: Lapor Jika Ada Ternak Bergejala PMK, Kapolda Minta Masyarakat Selektif Beli Sapi

Baca juga: Ternak di Gayo Lues Masih Aman dari PMK, Sebagian Demam Tiga Hari, Ini Penyebabnya

Selanjutnya, pada tanggal 8 Mei 2022, sapi yang menunjukkan gejala klinis PMK mengalami penyembuhan ditandai dengan luka mengering dan nafsu makan sudah kembali.

akan tetapi dikandang yang sama, petugas kami menemukan kembali penularan kepada sapi lain sehingga total terindikasi PMK berjumlah 3 ekor.

Tanggal 9 Mei 2022, petugas kami menemukan kasus yang sama di Kecamatan Montasik (3 ekor).

Berdasar wawancara dengan pemilik ternak, kata Jakfar, pada kasus pertama membeli ternak di pasar pasar hewan Sibreh asal ternak dari Kecamatan Lhoong Aceh Besar, kasus kedua juga membeli ternak di pasar hewan Sibreh sedangkan asal ternak dari Kabupaten Bireuen.

Tindak lanjut pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Aceh Besar adalah pelaporan ke pusat melalui aplikasi Isiknas, pengawasan lalu lintas ternak khususnya di rumah potong hewan (RPH) Aceh Besar dan sosialisasi masiv di pasar hewan Sibreh pada hari Rabu depan tanggal 11 Mei 2022 dan sosialisasi langsung ke peternak melalui petugas kami yang berada di seluruh kecamatan-kecamatan di Aceh Besar.

"Saat ini ternak sapi yang terjangkit PMK 95 ekor.

Namun, belum ada yang mati satu ekorpun," ujarnya.

Ditambahkan, untuk mencegah penyebaran virus PMK, Firdaus SP mengimbau peternak di Aceh Besar agar tidak melepasliarkan ternaknya. (as)

Baca juga: Antisipasi Wabah PMK di Bireuen Kapolres Tinjau Lokasi Peternakan di Juli

Baca juga: Kementan Jamin Stok Ternak Untuk Idul Adha, Kemendag Bantah Impor Daging Sebabkan PMK

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved