Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Utara

88 Ekor Sapi Terindikasi PMK, Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Sosialisasi Penutupan Pasar Hewan 

“Penutupan ini sifatnya sementara, untuk mencegah wabah PMK di Aceh Utara, kalau kondisinya sudah normal kembali, akan dibuka lagi pasar hewan...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Foto: Dok Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Minggu (15/5/2022) menyosialisasikan penutupan sementara Pasar Hewan di Desa Cempeudak Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. 

“Penutupan ini sifatnya sementara, untuk mencegah wabah PMK di Aceh Utara, kalau kondisinya sudah normal kembali, akan dibuka lagi pasar hewan tersebut,” kata Muzakir. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, pada Minggu (15/5/2022) menyosialisasikan penutupan sementara Pasar Hewan di Desa Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. 

Penutupan pasar hewan itu, dilakukan sebagai upaya untuk mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Aceh Utara. 

Apalagi, jumlah sapi yang sudah terindikasi PMK di Aceh Utara berdasarkan hasil pemantauan petugas sampai Senin (16/5/2022) sudah mencapai 88 ekor. 

“Kemarin kita juga melakukan pemeriksaan ratusan ekor ternak di Pasar Hewan Pantonlabu,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Senin (16/5/2022). 

Bersamaan dengan pemeriksaan sekitar 200 ternak, pihaknya juga melakukan sosialisasi sosialisasi penutupan pasar Hewan Pantonlabu, untuk sementara waktu, mulai pekan depan. 

“Penutupan ini sifatnya sementara, untuk mencegah wabah PMK di Aceh Utara, kalau kondisinya sudah normal kembali, akan dibuka lagi pasar hewan tersebut,” kata Muzakir. 

Baca juga: Petugas Balai Veteriner Medan Ambil Sampel Sapi di Aceh Utara yang Terindikasi PMK

Diberitakan sebelumnya, 88 ekor sapi di Aceh Utara terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas peternakan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara sampai Senin (16/5/2022) siang. 

Selain itu, Dibunnak Keswan juga sudah menyosialisasikan cara penanganan kepada petani. 

“Bahkan dari 88 ekor tersebut, lima diantaranya sudah diambil sampel cairan di mulut dan sampel darahnya oleh Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan Kementerian Pertanian RI, kemarin,” kata Drh Muzakir.

Namun, untuk memastikan kata Drh Muzakir, harus menunggu hasil dari lab Balai Veteriner Medan Kementan RI. 

Kejadian pertama di Aceh Utara kata Muzek, pada 11 Mei 2022 Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesesehatan Masyarakat (Kesmavet) Disbunnak dan Keswan mendapat laporan dari petugas di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan sapi yang terindikasi PMK. 

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah sebanyak 1 ekor dan 6 ekor lainnya dengan gejala yang sama, tetapi dengan kondisi yang lebih ringan.

Baca juga: Petugas Balai Veteriner Medan Ambil Sampel Sapi di Aceh Utara yang Terindikasi PMK

Selanjutnya bidang keswan terus mendapatkan laporan diantaranya Kecamatan Baktiya 8 ekor, Seunuddon 1 ekor. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved