Berita Aceh Utara

Petugas Balai Veteriner Medan Ambil Sampel Sapi di Aceh Utara yang Terindikasi PMK

Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan Kementerian Pertanian RI pada Minggu (15/5/2022) mengambil sampel cairan di mulut dan sampel darah pada sapi

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Foto Dok Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan Kementerian Pertanian RI pada Minggu (15/5/2022) mengambil sampel cairan di mulut dan sampel darah pada sapi di Aceh Utara terindikasi PMK. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan Kementerian Pertanian RI pada Minggu (15/5/2022) mengambil sampel cairan di mulut dan sampel darah pada sapi di Aceh Utara terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Dari lima ekor sapi yang diambil sampel tersebut, tiga dari Kecamatan Baktiya dan dua sapi dari Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara

Tim BVet Medan didampingi Bidang Keswan dan Keswavet melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. 

“Kemarin yang diambil sampel tersebut tiga sapi di Kecamatan Baktiya dan dua sapi lagi di Kecamatan Tanah Jambo Aye,” kata Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Senin (16/5/2022). 

Baca juga: Cegah PMK, Sapi dari Luar Daerah di Larang Masuk ke Aceh Tengah

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 88 ekor sapi di Aceh Utara terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas peternakan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara sampai Senin (16/5/2022) siang. 

Selain itu, Disbunnak Keswan juga sudah menyosialisasikan cara penanganan kepada petani. 

Namun, untuk memastikan kata Drh Muzakir, harus menunggu hasil dari lab Balai Veteriner Medan Kementan RI. 

Sapi yang terindikasi PMK tersebut sudah disampaikan kepada pemiliknya untuk segera dipindahkan ke lokasi lain yang aman untuk menghindari terjadi penularan kepada sapi yang lainnya. 

“Kami sekarang sedang menunggu hasil lab dan terus melakukan pemantauan ke desa-desa, sehingga bila ditemukan dapat segera ditangani petugas,” ujar Muzakir.

Baca juga: Harga Sawit Terjun Bebas di Simeulue, Petani Sawit Sangat Terpukul

Kejadian pertama di Aceh Utara kata Muzek, pada 11 Mei 2022 Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat (Kesmavet) Disbunnak dan Keswan mendapat laporan dari petugas di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan sapi yang terindikasi PMK

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah sebanyak 1 ekor dan 6 ekor lainnya dengan gejala yang sama tetapi dengan kondisi yang lebih ringan.

Selanjutnya bidang keswan terus mendapatkan laporan diantaranya Kecamatan  Baktiya 8 ekor, Seunuddon 1 ekor. 

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Senin (16/5/2022), Berikut Harga Emas Per Gram

Kemudian di Kecamatan Lhoksukon 55 ekor, Tanah Jambo Aye 9 ekor, Dewantara 4 ekor, Tanah Luas 1 ekor, Meurah Mulia 1 ekor dan Nisam Antara 2 ekor.

Sehingga totalnya sampai siang tadi sudah mencapai 88 ekor.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi tentang penanganan kasus PMK bersama asisten dan juga petugas dan dinas terkait untuk penangannya,” ungkap Muzek. (*)

Baca juga: Benarkah Kudeta Untuk Gulingkan Putin Sedang Berlangsung? Ini Klaim Kepala Intelijen Militer Ukraina

Baca juga: Ini Jumlah Sapi di Aceh Utara yang Terindikasi Infeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved