Breaking News:

Internasional

AS Cabut Ektremis Yahudi Meir Kahane dan Pejuang Palestina Dari Daftar Hitam Teroris

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut kelompok ekstremis Yahudi mendiang rabi Meir Kahane dan pejuang Palestina dari daftar hitam teroris.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Ekstremis Yahudi, Rabi Meir Kahane 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut kelompok ekstremis Yahudi mendiang rabi Meir Kahane dan pejuang Palestina dari daftar hitam teroris.

AS menilai, pencabutan itu seiring tidak terjadi lagi selama bertahun-tahun tanpa kekerasan.

Departemen Luar Negeri AS menetapkan Kahane Chai sebagai organisasi teroris asing pada tahun 1997.

Seusai pendukungnya Baruch Goldstein membantai 29 warga Palestina di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki pada 1994.

Kelompok ini didirikan oleh Kahane, seorang rabi kelahiran AS dan mantan anggota parlemen Israel yang menganjurkan pengusiran orang Arab dari Israel dan dibunuh di New York pada tahun 1990.

Departemen Luar Negeri AS memberi tahu Kongres, mereka akan mencabut penunjukan tersebut, yang ditentang di pengadilan oleh kelompok itu.

Baca juga: Erdogan Tolak Finlandia dan Swedia Masuk NATO, Kawasan Nordik Jadi Sarang Organisasi Teroris

Diseutkan, Kahane Chai tidak terkait dengan serangan teroris sejak 2005, kata seorang pejabat AS.

Pejabat itu mengatakan Departemen Luar Negeri AS juga menghapus daftar Dewan Shoura Mujahidin di Lingkungan Jerusalem.

Sebuah kelompok jihad Palestina yang terkait dengan serangan roket satu dekade lalu.

Terlepas dari kurangnya serangan oleh kelompok Kahane Chai, mendiang rabi tetap menjadi pahlawan bagi beberapa ekstrem kanan politik Israel.

Termasuk anggota parlemen Itamar Ben-Gvir yang telah menganjurkan pencaplokan Tepi Barat dan menggantung potret Goldstein di rumahnya. .

Penunjukan sebagai organisasi teroris asing sangat membatasi kegiatan di Amerika Serikat, termasuk mengkriminalisasi dukungan keuangan.

Baca juga: Parlemen Lituania Mencap Rusia Melakukan Genosida di Ukraina dan Menjadi Negara Teroris

Departemen Luar Negeri AS mengatakan masih memasukkan kedua kelompok itu ke dalam daftar Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus, yang membantu mendukung kegiatan penegakan hukum.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved