Wabah PMK
Ini Jumlah Sapi di Aceh Utara yang Terindikasi Infeksi Penyakit Mulut dan Kuku
Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah sebanyak 1 ekor dan 6 ekor lainnya dengan gejala yang
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 88 ekor sapi di Aceh Utara terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas peternakan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara sampai Senin (16/5/2022) siang.
Selain itu, Dibunnak Keswan juga sudah menyosialisasikan cara penanganan kepada petani
Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Senin (16/5/2022), kejadian pertama di Aceh Utara pada 11 Mei 2022.
Saat itu, Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesesehatan Masyarakat (Kesmavet) Disbunnak dan Keswan mendapat laporan dari petugas di Desa Langkahan Kecamayan Langkahan sapi yang terindikasi PMK.
• Kasus PMK di Tamiang Terus Meningkat, Aceh Tamiang Butuh Obat 30 Ribu Dosis
Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah sebanyak 1 ekor dan 6 ekor lainnya dengan gejala yang sama tetapi dengan kondisi yang lebih ringan.
Selanjutnya bidang keswan terus mendapatkan laporan di ntaranya Kecamatan Baktiya 8 ekor, Seunuddon 1 ekor.
Kemudian di Kecamatan Lhoksukon 55 ekor, Tanah Jambo Aye 9 ekor, Dewantara 4 ekor, Tanah Luas 1 ekor, Meurah Mulia 1 ekor dan Nisam Antara 2 ekor.
• Ternak Terindikasi Gelaja PMK di Bireuen Bertambah, Hasil Laboratorium Belum Keluar
Sehingga totalnya sampai siang tadi sudah mencapai 88 ekor.
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi tentang penanganan kasus PMK bersama asisten dan juga petugas dan dinas terkait untuk penangannya,” ungkap pria yang akrab disapa Muzek.(*)