Berita Langsa

Penyakit LSD Juga Serang Hewan Ternak di Kota Langsa, 54 Ekor Sapi Milik Warga Positif Terinfeksi

LSD yaitu penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox dan secara kasat mata terlihat timbulnya benjolan pada kulit sapi. 

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Petugas dari Balai Veteriner Medan saat mengambil sampel dari sapi milik warga di Gampong Meurandeh Teungoh, Kecamatan Langsa Lama. 

Laporan Zubi | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Selain terpapar wabah PMK, hasil uji laboratorium Balai Veteriner Medan mengungkapkan juga bahwa sejumlah sapi di Kota Langsa terpapar penyakit Lumpy Skin Diseses (LSD).

LSD yaitu penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox dan secara kasat mata terlihat timbulnya benjolan pada kulit sapi. 

"Saat ini, ada 54 ekor sapi di daerah kita yang juga terjangkit penyakit LSD," ujar Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Langsa, Banta Ahmad, SStPi, Rabu (25/5/2022).

Menurut Banta, secara umum gejala LSD ini yaitu sapi mengalami demam tinggi, penurunan berat badan, serta kerusakan kulit seperti timbulnya benjolan pada kulit sapi, dan lainnya.

Selama ini, urai dia, pihak dinas sudah melakukan vaksin terhadap 1.000 ekor sapi di Kota Langsa, untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit LSD tersebut.

Hanya saja, ungkap Banta, saat ini stok vaksin di DPPKP setempat juga sudah habis.

Baca juga: Lima Kerbau Terjangkit Virus PMK dan LSD di Aceh Besar

“Kita sedang menunggu adanya kiriman vaksin dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh atau Kementerian Pertanian,” tukasnya. 

Sapi terinfeksi PMK

Sebelumnya, kasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Medan terhadap sampel sapi di Kota Langsa dinyatakan bahwa hewan ternak itu positif terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Langsa, Banta Ahmad, SStPi, didampibgi Kabid Peternakan, drh Elga menyebutkan, hasil pengujian sampel sapi di laboratorium Balai Veteriner Medan dilaporkan positif PMK.

"Pemeriksaan di laboratorium atas uji sampel 8 ekor sapi yang telah dibawa petugas Balai Veteriner Medan berapa waktu lalu, sudah kita terima dan hasilnya sapi-sapi itu dinyatakan positif PMK," ujarnya.

Sementara update data hingga Selasa (24/5/2022) kemarin, sebut Banta, ada sebanyak 1.321 ekor sapi milik masyarakat di Kota Langsa, dinyatakan positif PMK.

Baca juga: VIDEO - Kasus PMK di Aceh Besar Melonjak, Pasar Hewan Sibreh Ditutup Semantara Waktu

Dari jumlah itu, 551 ekor sapi di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan yang mati 6 ekor, serta yang dipotong paksa oleh pemiliknya ada 1 ekor. 

Sapi yang dilaporkan sudah sembuh dari wabah PMK, beber dia, dikarenakan sebelumnya sapi tersebut cepat dilakukan pemberian antibiotik dan vitamin. 

"Tapi sekarang stok antibiotik dan vitamin di DPPKP Kota Langsa sudah habis, serta yang ada dijual di pasaran juga sudah langka didapatkan oleh masyarakat," paparnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved