Breaking News:

Berita Banda Aceh

Hasil Audit Tak Ada Jual Beli Darah, JK Harap Pemda Kembali Gelar Donor Darah ASN di PMI

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), berharap Pemerintah Aceh kembali mengaktifkan kegiatan donor darah ASN di Unit Donor Darah

Editor: bakri
Kompas.com
HM Jusuf Kalla. 

BANDA ACEH - Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI), Jusuf Kalla (JK), berharap Pemerintah Aceh kembali mengaktifkan kegiatan donor darah ASN di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan JK melalui surat yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Jumat (27/5/2022), perihal Audit UDD PMI Kota Banda Aceh.

Dalam surat itu, JK menyampaikan beberapa hal terkait indikasi jual-beli darah oleh UDD PMI Kota Banda Aceh ke UDD PMI Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, Gubernur Aceh mengirimkan surat ke PMI Pusat agar dilakukan audit terhadap PMI Kota Banda Aceh.

"Kami telah menugaskan staf untuk melakukan audit terhadap pelayanan di UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang, yang dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan penyimpangan alih distribusi darah antara UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang sebagaimana pemberitaan media," tulis JK sebagaimana siaran pers yang diterima Serambi, Senin (30/5/2022).

JK juga menjelaskan tentang adanya masa kelayakan darah untuk dapat digunakan oleh pasien.

Di mana setelah masa itu lewat atau kedaluarsa, maka darah tidak dapat digunakan lagi.

Karena itu, PMI menerapkan kebijakan apabila ada kelebihan stok darah di suatu UDD PMI dapat dikirim ke UDD PMI lain yang membutuhkan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas masukan Bapak Gubernur untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan UDD dan kegiatan PMI secara keseluruhan.

Baca juga: Nasir Djamil Minta Polisi Usut Tuntas Isu Jual Darah di PMI Banda Aceh

Baca juga: Wawancara Khusus Ketua PMI Banda Aceh: Isu Jual Beli Darah, Masyarakat Jadi Korban - Bagian Kedua

Kami berharap Pemerintah Aceh dapat mengaktifkan kembali kegiatan donor darah di UDD PMI Kota Banda Aceh," ujar JK.

Sementara itu Tim Audit UDDP PJ Regional I, dr Nova Hippy M Biomed, dalam surat hasil audit yang salinannya diperoleh Serambi menjelaskan bahwa sebenarnya pada beberapa bulan di awal 2021, terdapat kesenjangan antara jumlah permintaan darah dan jumlah kantong darah yang mampu dipenuhi oleh UDD PMI Kota Banda Aceh.

Akan tetapi, sambungnya, sejak November 2021, dalam pelaksanaan rekrutmen donor darah, UDD PMI Kota Banda Aceh telah sukses, sehingga kesenjangan kebutuhan darah itu bisa ditutup.

“Hal ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lain yang kekurangan stok darah, yakni dengan adanya instruksi dari Pemda setempat yang mewajibkan donor darah sebagai salah satu syarat memperpanjang kontrak kerja ASN tahun 2022,” tulis Nova Hippy.

Ketua Umum PMI ‘Hasil Audit Itu Sangat Berarti bagi Kami’

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved